Prof. Horst Liebner: Perlu Kajian Mendalam Kebudayaan Mandar


Seputarsulawesi.com, Makassar- Antropolog Maritim, Prof. Horst Liebner, mengungkapkan perlu kiranya menggali lebih dalam, perihal kebudayaan Mandar.

"Kebudayaan Mandar perlu digali lebih dalam. Misalnya mengenai Mandar sebagai sebuah konsep politik. Itu penting untuk kita cek kembali. Di Belanda banyak teks mengenai Mandar yang tinggal disalin kembali, dan kita bisa kirim mahasiswa untuk melakukan itu," ungkapnya dalam sesi Diskusi pada acara Mandar Rediscovery 2017, yang berlangsung di Aula Prof. Mattulada, Sabtu 25 November 2017.

Dalam sesi diskusi pertama yang dipandu oleh Prof. Alwy Rahman, juga menghadirkan beberapa narasumber lain, termasuk Mantan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA. Selain itu, dihadirkan pula sejarawan Unhas, Prof. Dr. Rasyid Asbak, MA dan Ketua DPRD Majene, Drs. Darmansyah M.Hum.

Basri Hasanuddin dalam pemaparannya mengatakan bahwa kebudayaan Mandar mengedepankan kerja keras dan olehnya itu budaya seperti yang mesti diketahui oleh pemimpin Mandar saat ini.  

"Budaya mandar adalah gabungan antara dua kebudayaan, budaya maritim (pesisir) dan agraris (hulu sungai). Dimana kedua budaya ini mengedepankan kerja keras. Orang mandar itu juga orang yg sangat agamis, teguh menganut agama Islam. Olehnya, pemimpin di Mandar perlu mengetahui dan mengamalkan prinsip-prinsip pemimpin dalam kebudayaan Mandar," katanya.

Sementara itu, Rasyid Akbar menyarankan perlunya penulisan sejarah mengenai Mandar yang komprehensif.

"Penulisan sejarah sangat sedikit soal mandar, bahkan sering diikutsertakan dalam penulisan mengenai sejarah Sulawesi selatan. Seharusnya hal ini bisa dikembangkan lebih jauh lagi," paparnya

Ketua DPRD Sulbar, Darmansyah sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya langkah para akademisi yang hendak menggali lebih dalam mengenai kebudayaan Mandar.

"Saya setuju kalau kajian mengenai kebudayaan Mandar dilakukan lebih mendalam lagi. Kami dari DPRD Majene dan Pemkab Sulbar tentu sangat mendukung hal tersebut," pukasnya.

Sekadar diketahui, acara Mandar Rediscovery 2017 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema "Revitalisasi Nilai-nilai Budaya, Falsafah dan Tatanan Sosial Mandar" di Aula Prof. Mattulada UNHAS, Sabtu 25 November 2017, diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene.

  • 178 Dibaca