Ajbar Minta Pemkab Polman Serius Tangani Pendidikan di Wilayah Pegunungan


Seputarslawesi.com, Polewali Mandar- Legislator Sulawesi Barat, Ajbar Abdul Kadir mengaku prihatin dengan fasilitas lembaga pendidikan di wilayah Pengungan, khususnya di Desa Bissuanging, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar.

Keprihatinan tersebut disampaikan saat redaksi Seputarsulawesi.com memintai tanggapannya soal kondisi Madrasah Tsanawiyah (MTS) Darul Iman Wattaqwa, dimana murid-murid sekolah setingkat SMP itu terpaksa harus meminjam gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah itu, lantaran sekolah tersebut hanya memiliki satu gedung, atau ruang belajar.

Baca: MTS Darul Iman Wattaqwa Butuh Perhatian Pemerintah

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Polewali Mandar ini berjanji akan segara meneruskan persoalan tersebut ke Fraksi PAN untuk menjadi pembahasan di DPRD Polman. 

"Masalah ini saya akan teruskan ke Fraksi PAN di Polman," katanya, Selasa, 7 November 2017.

Menurutnya, hal itu penting untuk segara ditangani, sebab angka partisipasi sekolah di wilayah tersebut tidak akan mengalami peningkatan, jika persoalan infrastruktur tidak terselesaikan dengan baik. 

"Inilah yang selalu saya katakan, angka partisipasi sekolah akan susah, karena persoalan infrastruktur yang tidak tersedia dengan baik," jelasnya.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Ajbar ini, juga meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pekab) Polman serius menangani persoalan tersebut.

"Pemkab harus serius, jagan hanya sibuk ngurus kota dibuat ngejren, padahal pedesaan infrastruktur dasar saja berupa sekolah terbengkalai," katanya lagi.

Selain itu, Alumni Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah ini, menyampaikan bahwa jarak tempuh sekolah yang sangat jauh juga harus mejadi perhatian, sebab hal itu sangat berpotensi mengurangi tingkat partisipasi anak sekolah di wilayah tersebut.

Menurutnya, angka partisipasi sekolah di wilayah pengunungan rendah, bukan karena anak-anak di wilayah tersebut tak ingin sekolah, namun karena infrasturuktur jalan dan sekolah yang tidak memadai.

"Kita belum bicara SMA. SMP saja gak jelas fasilitasnya apalagi SMA. Mungkin SMA sama sekali tidak ada, lalu mereka akan sekolah kemana?," tegasnya.

Menurutnya, meski masalah itu merupakan tanggung jawab utama Pemkab Polewali Mandar, namun Ajbar tetap meminta agar semua pihak tidak lepas tanggung jawab terkait persoalan pendidikan yang terjadi di wilayah tersebut.

  • 192 Dibaca