Ambar Nilai Kejati Tidak Tegas Tangani Kasus Korupsi di Sulbar


Seputarsulawesi.com,Makassar- Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat Menggugat (Ambar) menduga penanganan kasus dugaan penyimpangan APBD Provinsi Sulawesi Barat tahun anggaran 2016 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar sengaja diulur. 

“Kayaknya Kejati menunda-nunda kasus ini,” kata Jendral lapangan Ambar menggugat, Rama Wijaya saat melakukan aksi di depan kantor Kejati Sulselbar, Senin 13 November 2017.

Menurut Rama, jika dibandingkan dengan kasus lain yang ditangani Kejati, seperti kasus yang menjerat Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin kini telah ditahan sejak senin 6 November lalu. Sementara para tersangka kasus dugaan korupsi di Sulbar hingga hari ini belum dilakukan penahanan.

“Kejati kurang tegas menangani kasus ini,” kata Rama.

Ambar meminta Kejati Sulselbar segera menahan pimpinan DPRD Sulbar yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Apalagi menurut dia, tersangka yang melakukan upaya praperadilan ditolak oleh hakim. Penolakan praperadilan itu merupakan salah satu dasar untuk melakukan penahanan.

“Jangan sampai tersangka menghilangkan alat bukti, melarikan diri serta tidak kooperatif dalam penegakan hukum,” kata Rama.

Dalam aksi ini Ambar meminta kepada kejati untuk secepatnya melakukan penahanan terhadap empat tersangka kasus korupsi APBD 2016 Sulbar. 

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan Ambar dalam aksi tersebut, adalah:

  1. Menuntut pihak kejati agar transparan dan tegas dalam mengusut tuntas kasus korupsi APBD 2016 Sulbar.
  2. Menuntut pihak kejati untuk memperjelas sejauh mana penyelesaian kasus korupsi APBD 2016 Sulbar.
  3. Menuntut pihak kejati untuk ttp komitmen menyelesaikan kasus korupsi APBD 2016 sulbar.
  4. Menuntut pihak kejati agar tetap profesional dalam meyelesaikan kasus korupsi APBD 2016 sulbar.
  5. Meminta pihak kejati agar menggandeng kpk dalam melakukan penyidikan kasus korupsi APBD 2016 sulbar.

  • 444 Dibaca