Amir Aco Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Lapas Makassar

Array


Seputarsulawesi.com, Makassar- Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan merilis pengungkapan kasus jaringan narkotika yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar oleh terpidana mati kasus narkoba, Amir Aco.

“Hal yang sangat membahayakan adalah sistem berjaringan dalam peredarannya,” kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono, Senin 20 November 2017.

Muktiono mengungkapkan, jumlah pil ekstasi yang berhasil ditemukan sebanyak 987 butir. Berdasar dari laporan pihak Bea Cukai Makassar yang mencurigai adanya kiriman barang melalui PT Pos Indonesia dengan nomor resi CC 06843706 3 NL. Dia mengapresiasi pihak Beacukai yang telah ikut membantu dalam pengungkapan jaringan ini.

“Jadi bukan persoalan jumlahnya. Tapi ini tentu melihat dampaknya yang dikendalikan oleh terpidana mati dari dalam Lapas," kata Muktiono.

Sementara itu, menurut keterangan yang disampaikan Kepala Lapas Makassar Marasidin kepada wartawan, Ia mengatakan kamar tahanan terpidana mati kasus narkoba Amir Aco sengaja ditempatkan tersendiri tak seperti tahanan lain. 

Dia menambahkan saat menerima informasi dari pihak kepolisian terkait Amir Aco yang mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas, pihaknya langsung melakukan penggeledahan di kamar yang bersangkutan.

“Setiap ada kesempatan dan informasi kita adakan penggeledahan, makanya teman-teman kepolisian datang kemarin, saya tidak menutup sedikit pun langsung saya perintahkan kepala keamanan untuk berkordinasi dan melakukan penggeledahan di kamar Aco, dari hasil penggeladahan di sana tidak di temukan alat komunikasi sama sekali,” kata Marsidin.

Meski demikian, Marsidin berjanji akan tetap melakukan pemantauan ketat lagi di Lapas Makassar.

Sebelumnya diketahui,dalam pengungkapan ini telah diamankan 6 pelaku jaringan Amir Aco pada Jumat 17 November 2017 lalu. Mereka adalah ibu rumah tangga Andi Sandra Puspa Dewi (23) sebagai penerima barang bersama suaminya Suriansa (25). 

Dari penangkapan tersebut anggota kepolisian terus melakukan pengembangan dari jaringan ini, dan berhasil diamankan dua orang lainnya yang ingin mengambil paket itu di rumah Andi Sandra Puspa Dwi. Keduanya adalah Tamrin Harapan (42) dan seorang remaja berinisial AR (16). 

Dari pengakuan keduanya, anggota kemudian melakukan pengembangan ke Jalan Cendrawasih V Makassar, dan  berhasil mengamankan seorang nenek berusia 73 tahun, Sufiati Dg Kanan bersama seorang perempuan Amira (18).

  • 103 Dibaca