Direktur Penerbit Gading, Hairus Salim

Antisipasi Radikalisme, Gusdurian Makassar Bedah Buku Wajah Terlarang


Seputarsulawesi.com, Makassar,- Gusdurian Makassar bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin, menyelenggarakan diskusi dan bedah buku ”Wajah Terlarang”. Buku tersebut merupakan sebuah tulisan yang berisi catatan seorang perempuan yang menjadi korban dari rezim Taliban dan gerakan ekstremis di negaranya.

Buku tersebut diterbitkan secara bersamaan dengan dua buku lain yang juga berisi tentang catatan-catatan tentang faham dan gerakan radikalisme, yaitu ” Para Perancang Jihad” dan ’Pengakuan Pejuang Khiiafah”. Ketiga buku tersebut diterbitkan oleh Gading Publishing yang didukung oleh Yayasan LKiS Yogyakarta dan lnfid.

Dilaksanakan di Aula Prof.Matulada, Universitas Hasanuddin, diskusi buku ini menghadirkan Prof.Dr. Nurhayati Rahman dan Supratman, S.S, M.A sebagai narasumber yang dimoderatori oleh M. Fadian L Nasurung. Sementara peserta dalam diskusi ini adalah mahasiswa dan akademisi kampus serta masyarakat  dengan tujuan untuk mengantisipasi dan meredam faham dan gerakan radikalisme.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Hairus Salim, direktur Penerbit Gading, bahwa penerbitan dan inisiatif diadakannya diskusi buku tersebut berangkat dari kegelisahan atas fenomena tumbuhnya faham radikalisme di kalangan mahasiswa dan akademisi kampus umum di Indonesia.

Oleh karena itu penerbit Gading bekerjasama dengan beberapa kampus umum termasuk Unhas untuk menyelenggrakan diskusi buku tersebut. Sejauh ini diskusi buku tersebut telah dialksanakan di UGM, UNS, UNTAN dan UNHAS.

"Pengalaman teman kita, seorang perempuan bernama Talifa di Afganistan saat penguasaan Taliban, tidak lagi terjadi dan pelajaran bagi kita semua," kata Harus Salim usai kegiatan, Jumat 22 September 2017.

Dengan adanya diskusi tersebut diharapkan bisa memberikan pencerahan khususnya mengenai faham radikalisme dan bahanya kepada semua masyarakat khususnya mahasiswa dan akademisi kampus umum yang seringkali menjadi target utama kelompok penyebar faham dan gerakan radikalisme.

  • 479 Dibaca