Audit dan Sipakainge dalam Budaya Bugis


Sipakainge dalam Suku Bugis adalah sebuah ungkapan sekaligus falsafah dalam menjalani kehidupan. Manusia sebagai makhluk tak lupuk dari kesalahan, kekhilafan dan dosa, maka perlu peran orang-orang di lingkungan sekitar untuk saling mengingatkan atau dalam bahasa Bugis yaitu sipakainge. Awalan "si" dalam kata “sipakainge" mempunyai makna saling yang mengindikasikan adanya saling balas membalas atau adanya relasi timbail balik. Sehingga sipakainge diartikan saling mengingatkan.

Sipakainge dalam pengaktualisasian masyarakat Bugis tak hanya terjadi dalam lingkungan masyarakatnya, namun telah menyebar keseluruh pelosok negeri ini. Hal tersebut dikarenakan karena masyarakat Bugis dikenal sebagai perantau yang ulung. Salah satu pegangan dalam perantauannya yaitu memegang teguh paseng (pesan) dan pappangaja (nasihat) dari orang tua mereka. Misalnya “sipakaingeko ri laongmu” ( saling mengingatkan diperantauan).

Selanjutnya, nilai sipakainge menjalar ke dalam lingkungan pekerjan di mana orang Bugis bekerja. Nilai sipakainge dalam bekerja yaitu sesama pekerja harus saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam hal dan persepakatan yang dapat mempermalukan diri sendiri, rekan bahkan merugikan perusahaan tempat kita bekerja.

Fungsi sipakainge agar terhindar dari penyelewengan baik secara individu maupun kelompok serta terhindar dari perilaku korupsi yang saat ini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah untuk diberantas.

Kembali kepokok bahasan, audit merupakan salah satu cabang dari ilmu akuntansi. Secara umum audit dibagi menjadi dua bagian, yaitu audit internal dan eksternal. Berdasarkan ruang lingkupnya, audit terdiri dari audit keuanga, audit kinerja dan audit kepatuhan.

Pebedaan Audit Internal dan Eksternal

Tujuan pemeriksaan audit internal adalah untuk membantu manajemen dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan memberikan analisis, penilaian, saran dan komentar mengenai kegiatan yang diperiksanya. Sedangankan audit eksternal untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen perusahaan.

Audit internal dilakukan oleh internal auditor dalam perusahaan, sedangkan audit eksternal dilakukan oleh eksternal auditor yang berasal dari luar perusahaan. Selanjutnya, pelaksanaan audit internal berpedoman pada Internal Auditing Standars yang ditentukan oleh Institute Of Internal Auditors, sedangkan pelaksanaan audit eksternal berpedoman pada Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

Pemeriksaan audit internal lebih rinci dan memakan waktu sepanjang tahun, karena internal memiliki banyak waktu dalam perusahaannya. Sedangkan audit eksternal dilakukan secara sampling, karena alokasi waktu yang singkat dan audit fee akan terlalu tinggi jika dilakukan lebih rinci.

Laporan internal berisi temuan pemeriksaan mengenai penyimpangan dan kecurangan yang ditemukan, kelemahan, pengendalian internal, beserta saran-saran perbaikan. Sedangkan laporan audit eksternal berisi opini mengenai kewajaran laporan keuangan, selain itu berupa management letter, yang berisi pemberitahuan manajemen mengenai kelemahan dan pengendalian internal beserta saran perbaikan.

Fungsi Audit Secara Umum

Mengevaluasi kinerja perusahaan adalah fungsi utama dari audit dalam sebuah organisasi. Kinerja dalam hal ini tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya saja, melainkan dari tahap perencanaan dan prosesnya. Perencanaan yang baik jika prosesnya tidak baik, maka hasilnya tidak akan baik. Di lain pihak, perencanaan yang tidak baik, sekalipun dilaksanakan dengan baik, hasilnya tetap tidak akan baik. Di sinilah perlunya audit, untuk menemukan di mana letaknya suatu kesalahan.

Audit dilakukan untuk memastikan bahwa suatu organisasi berjalan dijalur yang telah ditetapkan, sesuai pedoman atau panduan yang telah ditetapkan. Singkatnya, audit meminimalisir terjadinya kesalahan.

Audit akan menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan kinerja organisasi. Audit yang dilaksanakan di akhir periode suatu tahun anggaran bertujuan untuk merekomendasikan perbaikan pada tahun anggaran berikutnya. Sementara itu, audit yang dilaksanakan pada pertengahan tahun bertujuan untuk merekomendasikan perbaikan pada tahun atau periode yang bersangkutan.

Sipakainge dan Audit

Melihat dari fungsi audit, secara keseluruhan hal tersebut merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam sipakainge. Meskipun penjelesan sipakainge dalam Suku Bugis tidak terinci sampai dengan fungi audit dalam suatu perusahaan. Menurut penulis, nilai tersebut mencakup semua aspek dalam berprilaku sehari-hari, termasuk dalam lingkungan pekerjaan. Pada dasarnya, To Riolota (orang tua dulu) telah menjelaskan fungsi audit secara umum lewat nilai sipakainge, tinggal diaktualisasikan dalam lingkungan kerja.

Sipakainge dalam lingkungan perusahaan yaitu saling mengingatkan agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya dengan berpedoman pada aturan-aturan yang berlaku. Tidak menyeleweng dari wewenang yang dapat merugikan diri sendiri, orang sekitar bahkan perusahaan. Senantiasa berusaha dan terus mengasah kemampuan agar bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Dan yang terpenting adalah sipakainge untuk tidak melakukan praktik kecurangan seperti korupsi yang selama ini menjadi penyakit Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus diberantas tanpa pandang bulu.

Nilai sipakainge mencakup nilai-nilai kebaikan seperti lempu (kejujuran), getteng (konsisten), asitinajang (kewajaran/kesesuaian), amaccang (kompetensi) dan reso (usaha). Nilai tersebutlah yang diharapkan menjadi bahan sipakainge dalam menjalankan tugas dalam perusahaan. Pada akhirnya penulis manarik kesimpulan bahwa nilai-nilai kebudayaan Bugis memiliki punya nilai yang sangat tinggi dan relevan dalam setiap lingkungan kehidupan termasuk dalam dunia pekerjaan dan ternyata audit telah dibahas dalam kebudayaan Bugis yang dikenal sipakainge. Meskipun struktur bahasanya berbeda, namun memiliki peruntukan yang sama atau dalam istilah bisnis adalah pengendalian internal.

Penulis: Muhammad Aras Prabowo

(Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Mercu Buana Jakarta)

Tag :

aras-prabowo
  • 628 Dibaca
Previous Post