Audit Kasih Sayang Perspektif Khalil Gibran


Audit merupakan salah satu cabang dari ilmu akuntansi yang berkaitan dengan pemeriksaan keuangan. Berkembangan mengikuti kemajuan perindustrian dan entitas lainnya. 

Berdasarkan fungsinya, audit dibagi menjadi dua yaitu audit eksternal dan audit internal. Sedangkan berdasarkan ruang lingkupnya, secara umun dibagi tiga yaitu, audit keuangan, audit sumberdaya manusia dan audit pemasaran.

Audit eksternal atau sering juga disebut audit independen adalah lembaga yang berdiri sendiri sebagai entitas tersendiri, produk yang ditawarkan yaitu jasa pemeriksaan kepada entitas berdasarkan ruang lingkup yang diinginkan perusahaan. 

Audit internal adalah bagian dari struktur internal dalam suatu entitas yang juga memiliki fungsi pemeriksaan. Namun bedanya dengan eksternal, audit internal melahirkan rekomendasi dan evaluasi internal atas laporan keuangan, sedangkan audit eksternal menghasilkan opini terhadap laporan yang diperiksa.

Secara umum, tujuan dari audit eksternal maupun internal yaitu demi keberlangsungan suatu entitas dan menjadi salah satu sumber pengambilan keputusan untuk langkah-langkah kemajuan sebuah perusahaan. Sehinga fungsi audit harus dipandang secara positif, bukan sebuah penghakiman atau mencari-cari kesalahan dalam lingkungan entitas.

Jika dianalogikan dalam sebuah hubungan diantara dua insan manusia yang berbeda (laki-laki dan perempuan) bahwa audit adalah sebuah kasih sayang antara satu dengan yang lainnya dalam menjaga keutuhan, kekuatan dan ketahanan hubungan. Saling memperhatikan, memahami, mengingatkan dengan kasih sayang antara satu dengan yang lainnya. 

Menurut untaian kata cinta Khalil Gibran bahwa periksalah buku kenanganmu semalam, dan engkau akan tahu bahwa engkau masih berhutang kepada manusia  dan kehidupan. Artinya bahwa setiap manusia harus mengevaluasi diri baik karena kepentingan diri sendiri maupun kerena kepentingan hubungan orang istimewa serta manusia secara umum. 

Fungsi audit dalam sebuah entitas harus dipahami seperti demikian, bahwasanya audit itu adalah sebuah kasih sayang demi tujuan keberlangsungan dan kemapanan sebuah entitas. Gibran mengatakan bahwa kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan, tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu. Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja dengan penuh suka cita. 

Bukan hanya bekerja dengan cinta, namun proses kerja sampai dengan proses pemeriksaan atas hasil kerja (audit) harus termaknai sebagai ungkapan kasih sayang. Nilai dari seseorang itu di tentukan dari keberaniannya memikul tanggungjawab, mencintai hidup dan pekerjaannya kata Gibran.

Untuk itu, Gibran berpesan bahwa bekerja harus dengan rasa cinta, yaitu menyatukan diri dengan diri kalian sendiri,dengan diri orang lain dan kepada Tuhan. Lanjut Gibran bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu? Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.

Jika telah mampu memahami kerja dengan cinta bahkan melihat tujuan audit sebagai ungkapan kasih sayang demi keberlangsungan, ketahanan dan kemapanan entitas. Maka audit akan dipandang sebagai sebuah bentuk saling memperhatikan, memahami, mengingatkan untuk peningkatan kinerja. 

Digambarkan oleh Gibran bahwa alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya. Yaitu hanya memperlihatkan sisi baik kinerja namun di sisi yang lain menyembunyikan sebuah kesalahan bahkan kecuranga dalam laporan.

Dalam bekerja, jika itu sebuah kebenaran maka perjuangkanlah sama ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku. Pertahankan dan konsistenlah kepada kebenaran sama halnya jika cinta memelukmu maka dakaplah ia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu.

Pada akhirnya akan terbangun sebuah persepsi bahwa audit adalah sebuah bentuk kasih sayang demi keberlangsungan dan kemapanan sebuah entitas, bukan sebuah penghakiman atau mencari-cari kesalahan dalam lingkungan entitas.

Penulis:  Muhammad Aras Prabowo
(Mahasiswa Magister Akuntansi Univ. Mercu Buana Jakarta)

 

Tag :

aras-prabowo
  • 605 Dibaca