sumber foto : Malangtimes

Bagi-bagi Sarung dan Jilbab, Apakah Money Politik ? Ini Penjelasannya


Seputarsulawesi.com, Makassar,- Maraknya bagi-bagi sarung dan jilbab yang dilakukan tim pasangan calon di bulan Ramadan menimbulkan pertanyaan, apakah itu bagian dari money politik ?. Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad memberikan penjelasan terkait hal tersebut di sela-sela kegiatan Rakornis Pengawasan Tahapan Pilkada serentak 2018, di Hotel Kenari Parepare, Selasa, 5 Juni 2018.  

Menurutnya, pasal 26 Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017 yang menerangkan tentang bahan kampanye di luar yang difasilitasi KPU diperbolehkan asal nilai (harga di pasaran setempat) per satuannya tidak melebihi Rp 25.000. Dan dari 9 item yang disebutkan dalam PKPU tersebut, oleh KPU menjelaskan bahwa sarung dimaknai sebagai bagian dari pakaian, dan jilbab dimaknai sebagai salah satu alat penutup kepala sehingga dapat dibagikan sebagai bahan kampanye.

"Dipastikan harga satuannya tidak lebih dari Rp 25.000." tegasnya.

Dosen Agama Islam Unhas ini melanjutkan sebagai bahan kampanye, maka sarung atau jilbab tersebut dibagikan saat kegiatan kampanye, bukan dan tidak dibagikan di luar masa dan jadwal kampanye. Jika dibagikan di luar agenda dan kegiatan kampanye, maka sarung tersebut bukan menjadi bahan kampanye, tetapi bisa terindikasi money politic.

"Oleh karena itu, jika ada yang bagi-bagi sarung atau jilbab pada waktu dinihari, atau waktu lain di luar agenda dan kegiatan kampanye yang jadwalnya telah diatur dan ditatapkan oleh KPU daerah setempat, maka jajaran Panwas akan melakukan upaya pengawasan dan pencegahan." Jelasnya.

Saiful Jihad menambahkan dalam bingkisan sarung atau jilbab, tidak ada terselip uang atau barang lain yang bisa dikategorikan money politic, serta tidak dilakukan di masa tenang.

"Masa tenang berarti semua tim dan pasangan calon tidak boleh lagi melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun, sehinga kalau ada kegiatan bagi-bagi sarung pada masa tenang, bisa dikenakan pasal yang terkait dengan larangan kampanye yang dilakukan di masa tenang (di luar jadwal), dan dengan demikian pemberian sarung yang dilakukan itu, bukan lagi sebagai bahan kampanye, tetapi sudah bisa dikategorikan money politik," katanya.

  • 2458 Dibaca