Balitbang Makassar Digitalisasi Naskah Klasik Bergenre Agama


Seputarsulawesi.com, Makassar- Guna melestarikan naskah klasik (manuscript), khususnya yang bergenre keagamaan, Balai Penelitian dan Pengembangan Agama (Balitbang) Makassar telah mendigitalisasi naskah klasik dari berbagai media, baik yang tertulis di daun lontar, kulit kayu yang dipipihkan (dluwang), sampai pada penggunaan kertas Eropa.

Digitalisasi naskah klasik tersebut, selain sebagai upaya penyelamatan khazanah keagamaan Nusantara, juga untuk memelihara karya-karya klasik sebagai salah satu benda cagar budaya.

Manuscript yang merupakan warisan ulama, sultan, dan para qadhi itu di dalamnya mengandung banyak ilmu pengetahuan, sehingga sangat disayangkan jika naskah yang sudah berusia ratusan tahun ini tidak dijaga (digitalisasi), sebab ia merupakan bahagian dari dasar serta identitas kesejarahan bangsa Indonesia.  

Olehnya itu, sejak satu dekade terakhir, terhitung dari tahun 2009,  Balitbang Makassar, melalui Bidang Lektur, Khazanah dan Manajemen Organisasi fokus serta konsen dalam pengembangan dan alih media naskah klasik keagamaan yang tersebar dan tersimpan di masyarakat tersebut.

Selain itu, sejak tahun 2009 hingga tahun 2017, Balitbang Makassar juga telah melakukan inventarisasi, pemetaan, dan digitalisasi ribuan naskah klasik keagamaan di delapan provinsi di Kawasan Timur Indonesia.  Adapun rinciannya sebagai berikut:

Selain melakukan inventarisasi, dan digitalisasi Naskah Klasik Keagamaan, Balitbang Makassar juga telah melakukan Tahqiq dan reproduksi naskah Akhbarul Akhirah (Tulkiyamah), yang tersebar di Kabupaten Gowa, Takalar, dan Jeneponto. 

Demikian pula, naskah klasik keagamaan Islam yang telah terhimpun itu, juga telah dilakukan proses pengembangan dan pengkajian dalam tiga lokus riset, yaitu, Sulawesi Selatan, naskah Suraq Rateq, oleh Husnul Fahimah Ilyas, Buton, Sulawesi Tenggara, Undu-Undu Sapanena Kainawa, oleh La Mansi, dan naskah Shalawati Goutsi di Gorontalo oleh La Sakka.

Baca juga: 
•    Mauduq Lompoa Cikoang; Arus Baru Penyebaran Islam di Sulsel

•    Ini Cara Melestarikan Naskah Klasik Keagamaan

Abu Muslim, peniliti Balitbang Makassar mengatakan, dalam dua tahun terakhir (baca; 2015-2017) Bidang Lektur, Khazanah, dan Manajemen Organisasi sangat sibuk menyiapkan digitalisasi naskah klasik tersebut guna mewujudkan Balitbang Makassar sebagai Laboratorium naskah klasik keagamaan Islam di kawasan Timur Indonesia.

"Dua tahun terakhir ini merupakan tahapan penting dalam membuat dan menyiapkan perangkat kajian bagi para peneliti, akademisi, dan pemerhati naskah yang ingin menggunakan naskah hasil alih media itu sebagai sumber primer dalam setiap penelitian, dan kajian yang akan dilakukan," jelas Abu Muslim lewat keterangan tertulisnya, Jumat 8 Desember 2017. 

Menurutnya, program ini menghasilkan dua produk spektakuler, pertama katalog naskah yang disiapkan sebagai panduan dan informasi awal yang berisi tentang deskripsi naskah. Katalog naskah ini bertujuan untuk memudahkan para peneliti untuk melihat dan menemukan naskah klasik keagamaan yang akan dijadikan sebagai rujukan dalam setiap penelitian yang telah dan akan dilakukan, baik itu dengan kajian teks maupun konteks. 

Setelah katalog itu disiapkan, maka unsur utama yang tidak kalah pentingnya dalam pengkajian manuscript ini, kata Muslim adalah membaca secara utuh naskah yang akan dikaji. Maka dari itu, dibutuhkan perangkat pembaca naskah dalam bentuk elektronik book (E-Book), sebagai produk unggulan kedua dari program pengembangan ini. Tujuannya untuk memudahkan peneliti, akademisi, dan masyarakat pemerhati naskah mengakses naskah klasik halaman demi halaman sesuai informasi yang diperoleh dari katalog.

"E-book yang dibuat, telah dirancang sedemikian rupa agar mudah dibuka kapan saja dengan menggunakan komputer, laptop, bahkan smartphone," jelas Abu Muslim 

Abu Muslim menambahkan, sebagai bagian akhir dari segala bentuk penyiapan perangkat pengkajian atas manuscript keagamaan Islam adalah menjadikan kantor Balitbang Makassar yang beralamat di Jalan AP. Pettarani No. 72 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, sebagai laboratorium pengkajian dan pengembangan naskah klasik keagamaan di kawasan Indonesia Timur, sehingga siapa saja yang membutuhkan sumber primer penelitian berupa manuscript keagamaan dapat dengan mudah mengaksesnya, termasuk sumbersumber informasi pendukung penelitian pernaskahan keagamaan Islam akan dipusatkan di Balai Litbang Agama Makassar.

"Selain itu, katalog dan elektronik book naskah keagamaan ini akan dilaunching di Hotel Aryaduta Makassar, pada Jumat, 15 Desember 2017 mendatang," tutup Abu Muslim.

  • 424 Dibaca