Mantan pimpinan Komisi Pemberangtasan Korupsi (KPK) Bambang Widjayanto

Bambang Widjayanto : Korupsi Era Reformasi Lebih Dahsyat Dibanding Orde Baru


Seputarsulawesi.com, Makassar,- Mantan pimpinan Komisi Pemberangtasan Korupsi (KPK) Bambang Widjayanto mengatakan dampak korupsi di era reformasi jauh lebih tinggi dari orde baru. Hal ini disampaikan saat menjadi narasumber seminar konsolidasi masyarakat sipil anti korupsi untuk region Indonesia Timur di Fave Hotel Makassar, 23-24 Januari 2018.

Ia menjelaskan reformasi hadir itu sebenarnya anti tesis dari orde baru. Tapi ternyata hari ini tingkat kedahsyatan korupsinya jauh melebihi apa yang telah dilakukan orde baru. Beberapa tulisan menyebutkan orde baru itu oligarkinya jinak sedangkan reformasi ini oligarkinya liar.

Contohnya, lanjut Bambang, dulu pengusaha itu untuk melindungi bisnisnya maka dia bersekutu atau mendekat dengan kekuasaan, sekarang pengusaha secara sadar mendekat pada kekuasaan bukan sekadar melindungi bisnisnya tapi kemudian memperluas dan meningkatkan kualitas bisnisnya dengan masuk ke dalam kekuasaan.

"Indikasinya, zaman dahulu tidak ada pengusaha yang bikin partai politik, hari ini kita temukan. Dahulu tidak ada pengusaha yang berkuasa di parlemen, hari ini kita temukan. Dahulu tidak ada pengusaha yang bisa menguasai pikiran kita lewat media, hari ini media-media dikuasi oleh pengusaha."Jelas Mantan Ketua YLBHI ini.

Lebih lanjut ia mengatakan yang menajdi harapan saat ini adalah kaum muda, ke depan jumlah anak muda 50% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Anak muda tidak hanya punya kekuatan dalam hal jumlah tapi juga bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya percaya pemberantasan korupsi alinea ke 4 UUD 1945 untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteran sosial hanya bisa terwujud kalau anak-anak muda ini bergerak secara sistematis dan terkonsolidasi. Indonesia akan menjadi dahsyat jika anak mudanya bergerak." Katanya.

  • 374 Dibaca