Begini Cara Kerja Teroris


Seputarsulawesi.com, Mamuju - Mantan pelaku teroris, Ali Fauzi Manji mengatakan, menjadi seorang teroris bukanlah hal yang mudah sebab ada beberapa proses yang harus dilalui.

"Menjadi teroris tidaklah instan, ada beberapa proses yang harus dilalui, di antaranya; tarbiyah atau pendidikan, penanaman doktrin hingga latihan militer serta merakit bom," ungkap Mantan Teroris Ini, Ali Fauzi, Rabu, 6 September 2017.

Ali Fauzi mengungkapkan, proses menjadi seorang teroris memakan waktu yang cukup lama.

"Karena prosesnya lama, makanya kalau terkena penyakit teroris butuh waktu yang lama juga untuk menyelesaikannya," kata Ali Fauzi.

Ali Fauzi membeberkan, untuk melancarkan aksinya, ia menggunakan mobil jenazah, sementara Ali sendiri menyamar sebagai dokter dengan mengenakan seragam yang biasa dikenakan oleh para dokter di rumah sakit.

"Jadi tidak ada kecurigaan, karena mobil yang digunakan adalah ambulance," ungkap Ali Fauzi, menceritakan pengalamannya saat menjadi teroris.

Ali Fauzi mengakui, saat terjadi konflik ada beberapa orang yang diuntungkan, termasuk penyelundup senjata.

"Saya pernah membeli senjata, seharga Rp 3 Juta di Mindanao, Philipina kemudian dijual ke Indonesia seharga Rp. 15 juta," ungkap Ali Fauzi.

"Jelas ada orang yang diuntangkan, termasuk pemasuk senjata global. Dimana ada konflik, ada pasar gelap yang bermain," tambahnya.

Mantan terori ini menghimbau, agar umat beragama di Sulbar tetap menyuarakan perdamaian dan tetap menjaga kerukunan umat beragama. Hal itu dinilainya penting, karena Mamuju sendiri pernah jadi lokasi penyeberangan para teroris ke Kalimantan.

"Mereka bolak balik lewat laut Mamuju. Ini bukan penelitian, tapi pengalaman saya," tegas Fauzi.

Tak hanya itu, Ali Fauzi juga mengakui bahwa, Sulawesi Barat sudah menjadi wilayah operasinya sejak tahun 2001. Sejak tahun itu, ia sudah aktif mengsuplai senjata ke Poso, Sulawesi Tengah melui jalur darat Sulawesi Barat.

  • 163 Dibaca