Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Idham Arsyad (Bhotgel)

Bhotgel ! Engkau berpaling dari Petani, Saya akan Berteriak

Surat dari Kawan, Untuk Calon Legislatif


Seputarsulawesi.com, Makassar,- Berita terkait majunya aktivis Sulsel sebagai Caleg DPR RI dapil Sulawesi Selatan 3 (baca  Idham Arsyad: Dari Aktivis Petani Menuju Senayan ) yang diterbitkan pada 18 Juli 2018 lalu mendapat respon. Sebuah surat tanpa nama masuk ke redaksi Seputarsulawesi.com, Minggu, 22 Juli 2018.

Berikut isi surat yang diterima redaksi seputarsulawesi.com ;


Bhotgel ! Engkau berpaling dari Petani, Saya akan Berteriak.

(Surat dari Kawan, Untuk Calon Legislatif)

 

Tak pernah ada yang bergeser walau waktu telah menelan sebagian dari hidupnya. Ia berdiri di garis yang sama, tak sejengkal pun Ia berkisar walau hidupnya ada di ruang yang berbeda.

Waktu bisa berputar, ruang boleh berganti, tapi komitmen pembelaan pada kaum Mustadafin, khususnya petani,  tak ada yang berubah.

Begitulah Idham Arsyad. Orang yang saya kenal dengan nama Bhotgel.

Kini Ia telah berada di partai politik. Partai Kebangkitan Bangsa. Tapi jangankan terselap, Ia bagai orang yang lupa diri jika sudah bicara soal petani.
Matanya tetap berpijar, semangatnya meluap-luap. Sesekali ucapannya yang mulai berlanggam halus, kembali terlihat keras.

Ketika saya bilang: "Bro masih banyak petani yang dirampas tanahnya, lihatlah petani di Kendeng, Kajang, Luwu dan lainnya!"

Ia dengan sedikit geram menjawab: "pembangunan seharusnya mensejahterakan petani, bukan malah merampas tanahnya".

Ia  tetaplah Bhotgel yang dulu pernah saya kenal.
Di PKB Ia tetap memilih menjadi pembela petani dengan berada pada salah satu sayap partai PKB. Gerbang Tani.  

Saya memang tidak secara detail melihat segenap kegiatannya di Gerbang Tani, PKB itu. Adakalanya saya melihat beberapa berita yang memperlihatkan Bhotgel yang sedang mengunjungi para petani, nelayan, membuat program pemberdayaan dan lainnya. Tapi bagiku itu tak pernah cukup menggambarkan keberpihakannya.

Hanya dari pancaran matanya, dari tuturannya, dari semangatnya, saya percaya Ia tidak berubah.

Tetaplah seperti itu kawan ! Jangan pernah ingkar dengan petani, nelayan, buruh dan segenap umat yang terlemahkan ! Pada lelah mereka kita berutang keringat.  Mengingkari mereka berarti kita lupa pada ajaran ulama. Ingatlah kata ulama kita Hadratus Syeikh Hasyim Asyary: "Petani adalah penolong negeri".  

Peryalah kawanku, engkau tak butuh memoles wajahmu. Mengenakan topeng berlapis lapis. Tetaplah seperti itu. Bhotgel yang membela kelompok yang  terlemahkan.

Tegakkanlah politik untuk sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat". Kata Bung Hatta.

Itu saja kawan. Surat dari seorang kawanmu. Tak perlu engkau tahu dari mana datangnya surat ini. Tapi percayalah....jika engkau berkisar dari Bhotgel yang pernah saya kenal. Kawanmu ini yang akan pertama berteriak.

Salam....!

  • 691 Dibaca