Ket Gambar: Bocah Penderita Katuk Jantung, Muh. Rega Abraham

Bocah Asal Pinrang ini Sudah Tujuh Kali Dioperasi, Namun Pemerintah Seolah Tutup Mata


Seputarsulawesi.com, Pinrang - Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar yang juga mahasiswa Asal Kabupaten Pinrang, Ashari Bahar mengaku sangat prihatin atas musibah yang dialami oleh Muh. Rega Abraham. 

Bocah berusia delapan tahun, asal Desa Tapporang, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang ini menderita sakit Katuk Jantung. Sementara Bupati Pingrang,  Aslam Patonangi, menurutnya, sama sekali tidak penduli dengan kondisi bocah tersebut. 

"Selaku masyarakat Pinrang, saya kecewa sekaligus prihatin atas ketidakpedulian Bupati Pinrang terhadap rakyatnya," tegas Ashari Bahar, Jumat, 13 Oktober 2017.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Chiko ini mengatakan, bocah penderita katuk jantung tersebut sudah tujuh kali menjalani operasi,  namun, sampai hari ini Pemerintah setempat seolah tutup mata. 

Ditemui di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar Jl. Perintis Kemerdekaan tempat Rega Abraham dirawat. Orang tua Rega Abraham, Aslan (32) mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Pinrang belum bersikap soal penyakit yang diderita anaknya.

"Anak saya sudah tujuh kali operasi dan sampai saat ini Bupati Pinrang belum juga memberikan bantuan sedikitpun," ungkap Aslan. 

Aslan mengaku, sejak tahun 2012 hingga 2015 sudah empat kali memasukkan proposal bantuan. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah setempat. 

Dokter yang merawat Rega, Burhanuddin Iskandar mengatakan, Rega harus dibawah ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta. Katanya, pihak RS Wahidin Sudirohusodo sudah tidak mampu lagi melakukan operasi karena persoalan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

"RS Wahidin Sudirohusodo sangat terbatas," kata Burhanuddin. 

Sementara surat rujukan Rega ke RSCM Jakarta hanya berlaku satu bulan. Tetapi, karena terkendala biaya, terpaksa Rega untuk sementara dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo.

  • 1109 Dibaca