Gambar : Ilustrasi Makanan Berbahaya Sumber gambar : greensoul*co*id

BPOM Sulbar Akui Bayak Pangan Mengandung Bahan Berbahaya Beredar di Masyarakat


Seputarsulawesi.com, Mamuju- Kepala Balai Pengawasan obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Barat (Sulbar) Netty Nurmuliawaty mengatakan, masih banyak pangan yang tidak memiliki izin edar (TIE) terdistribusi di masyarakat, dan bahkan terakhir ditemukan kasus modifikasi tanggal kadaluarsa pada produk makanan yang dinilainya sangat berbahaya bagi kesehatan.

Netty mengatakan, meski Balai POM Sulbar terus berupaya meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya itu, namun Netty mengaku hal itu tak akan berjalan maksimal jika tidak mendapat dukungan legal basis yang kuat. 

"Artinya, Badan POM tidak dapat bekerja sendiri dalam pengawasan keamanan pangan, justru harus dilakukan dengan total baik oleh pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat selaku konsumen," katanya sebagaimana yang dilansir dari humassulbarprov.id, 19 Desember 2017.

Netty juga meminta peran aktif aparat kepolisian dan kejaksaan untuk menindaklanjuti kasus- kasus pelanggaran di bidang obat dan makanan itu, khususnya tegas dalam memberikan sanksi  efek jera kepada pelaku usaha.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari humassulbarprov.id tersebut, menyebutkan bahwa diketahui penyebab masalah keamanan pangan diantaranya; Rhodamin B, Kuning metanil, Boraksdan formalin juga ditemukan Mikroba yang melebihi batas yang ditetapkan, seperti nilai APM E. Coli, dan Staphylococcus aureus, serta penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) spertipemanis As. Siklamat, Na. Sakarin, Asesulfam-K danAspartam, sertapengawet As. Benzoatdan K. Sorbat yang melebihi ambang batas yang ditentukan.

Sebagaimana peraturan pemerintah No.28 tahun 2004, tentang keamanan, mutu dan gizi pangan, sebagai bagian dari pemenuhan undang-undang No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen nantinya benar-benar menjadi ujung tombak pengawasan peredaran produk-produk pangan di Sulawesi Barat.

Tag :

mamuju
  • 158 Dibaca