Bupati Kabupaten Majene Sulawewi Barat, Fahmi Massiara memberi sambutan dalam Pembukaan Mandar Rediscovery 2017 di Aula Prof. Mattulada Universitas Hasanuddin, Sabtu 25 November 2017. (Foto: Andi Ilham Badawi)

Bupati Majene: Ini Penyebab Bahasa Daerah Mandar Terancam Punah


Seputarsulawesi.com, Majene - Bupati Kabupaten Majene Sulawesi Barat, Fahmi Massiara, menyoroti kondisi terkini bahasa Mandar yang terancam punah.

"Kenyataannya hari ini menunjukkan bahasa Mandar terancam punah. Baik orang tua dan anak-anak, tak lagi banyak yang bertutur bahasa Mandar," ungkapnya di sela-sela memberi sambutan dalam Pembukaan Mandar Rediscovery 2017 di Aula Prof. Mattulada Universitas Hasanuddin, Sabtu 25 November 2017.

Fahmi juga mengatakan bahwa saat ini sedang dicoba kembali untuk membudayakan penggunaan bahasa Mandar.

"Ada beberapa kelompok yang mencoba membudayakan penggunaan bahasa Mandar. Tetapi, hal ini hanya mendapat perhatian dari kalangan orang tua, tidak pada generasi muda," katanya.

Ia menambahkan perlunya perhatian khusus mengenai persoalan bahasa Mandar yang terancam punah.

"Tentu ini harus mendapat perhatian penuh dari kita. Bagaimana kalau para orang tua telah tiada, apakah bahasa Mandar juga ikut punah. Kita tidak menginginkan hal ini terjadi," ujar Fahmi.

Sekadar diketahui, menurut data Summer Linguistic, dari 746 bahasa daerah di Indonesia, kurang lebih 25 bahasa berstatus hampir punah, termasuk Bahasa Mandar. Sementara 13 bahasa daerah lainnya, sudah dinyatakan punah.

Tag :

mandar sulbar
  • 220 Dibaca