Covid-19 Kian Mengganas, Pemprov Sulbar Diminta Perketat Pengawasan

  • 25-03-2020

Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Penyebaran virus corona kian mengganas. Sejauh ini, jumlah kasus di Indonesia sudah mencapai 790 orang terkonfirmasi, 701 dalam perawatan, 31 orang dinyatakan sembuh dan 58 meninggal dunia.

Infomasi yang dilansir dari kawalcovid19.com, tertanggal 25 Maret 2020 itu, memperlihatkan bahwasanya jumlah pengidap Covid-19 terus bertambah. Demikian pula, jumlah kematian juga terus mengalami peningkatan.

Sementara itu, di Sulawesi Selatan, berdasarkan data yang dilansir infocorona.makassar.go.id mengabarkan, sebanyak 158 orang dalam Pantauan (ODP), 122 orang dalam proses pemantauan, dan 36 selesai pemantauan.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dikabarkan 89 orang. 81 orang masih dalam perawatan, dan 8 orang dinyatakan sehat atau diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Polewali Mandar sebagai salah satu daerah terdekat sangat rentang terkena dampak. Makanya itu, perlu untuk melakukan kewaspadaan dini sehubungan dengan peningkatan jumlah pengidap covid-19 di Sulsel itu.

Pemerintah setempat  diminta untuk tidak hanya mengeluarkan himbauan kepada masyarakat, tapi juga harus bisa melakukan langka-langka strategis guna mengantisipasi penyebaran virus yang sudah menjadi pandemi global tersebut.

“Kami meminta Pemda Polman jangan hanya sebatas mengeluarkan himbauan saja, perlu lebih ditingkatkan lagi, lebih maju dan progresif dalam menangani persoalan penyebaran covid-19 Ini,” kata Abdul Latif, Akademisi Universitas Asyiariah Mandar (Unasman). Rabu, 25 Maret 2020.

Demikian pula, Latif juga meminta Pemprov Sulbar memperketat penjagaan dan pengawasan di wilayah perbatasan, tak terkecuali pelabuhan. Pasalnya, di wilayah Sulbar, banyak  pelabuhan penyeberangan dari Kalimantan Timur.

“Kalau perlu, dilakukan pembatasan penyeberangan dari Kalimantan Timur ke Sulbar melalui beberapa pelabuhan yang ada,” tegasnya.

Untuk memaksimalkan penjagaan penyebrangan, Latif mengusulkan agar pemerintah setempat menyiapkan petugas kesehatan selama 24 jam non-stop di perbatasan Sulsel dan Sulbar. Petugas kesehatan tersebut bisa menggunakan sistem shif kerja (gantian) memeriksa setiap sopir, penumpang yang melintas.

“Hal itu juga berlaku (pemeriksaan kesehatan) untuk pelabuhan-pelabuhan penyeberangan yang ada di Sulbar. Semua akses masuk ke wilayah Sulbar, termasuk Polman dan daerah bagian utara,” terangnya.

Selain itu, sehubungan dengan perlunya memikirkan atau menyiapkan gedung sebagai tempat perawatan, guna mengantisipasi lonjakan pasien pengidap covid-19. Pemprov Sulbar juga diminta mengeluarkan kebijakan tentang penyediaan anggaran yang besar.

Semua kebijakan tersebut diinformasikan ke publik, sementara anggaran yang tidak terlalu penting atau mendesak, sebisa mungkin dipangkas.

“Semoga saja tidak demikian, dan kita berdoa, semoga Sulbar jauh dari semua itu,” harapnya.

Post Tags:

Sulbar