Desa Saletto Ditetapkan Sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan


Seputar Sulawesi.com, Mamuju- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Mamuju menetapkan Desa Saletto, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju sebagai Desa sadar BPJS Ketenagakerjaan. 

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya launching Desa Saletto sebagai Desa sadar BPJS Ketenagakerjaan yang berlangsung di Aula Lantai Tiga, Kantor Bupati Mamuju, Kamis 12 Oktober 2017.
 
Kepala Desa Salletto Abd. Wahid dalam Sambutannya mengatakan, seluruh staf desa yang yang berada di bawah  pemerintahannya semuanya terdaftar sebagai peserta BPJS.

“Kami telah mendaftarkan seluruh perangkat Desa Saletto sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan ini juga merupakan suatu kesukuran bagi kami, karena desa kami ditunjuk sebagai Desa BPJS Ketenagakerjaan yang pertama di Kabupaten Mamuju," kata Abd. Wahid.

Meski demikian, lanjut Wahid, yang menjadi tantangan kedepannya adalah bagaimana memotivasi masyarakat agar lebih giat lagi mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. 

Sementara itu, Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan antarlembaga BPJS Ketenagakerjaan, Endah Ilyas Lubis mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan tugas dari Negara, sehingga dalam melakukan seleksi, yang berstatus sebagai pekerja itu bisa bergabung tanpa seleksi.

“Ketika masyarakat yang terdaftar sebagai ketenagakerjaan meninggal dunia maka ahli warisnya akan menerima 48 kali dari gaji, tergantung jumlah besarnya gaji yang di daftarkan, sementara untuk kecelakaan kerja dan mengalami cacat seumur hidup itu  akan  mendapat 56 kali dari gaji,” tutur Endah.

Lebih lanjut, Endah menambahkan, dengan bergabungnya ke BPJS ketenagakerjaan, tenaga kerja di wilayah Kabupaten Mamuju punya jaminan sosial. Sehingga mereka kesulitan ekonomi mereka sedikit bisa teratasi.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid dalam sambutannya mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena dapat memberikan perlindungan terhadap tenagkerja, baik yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan bidang jasa. Katanya, semuanya terproteksi di BPJS ketenagakerjaan tersebut.

“Saya rasa tidak terlalu berat untuk masyarakat kita karena biaya yang digunakan untuk ikut sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan itu hanya Rp. 16.000.00 per bulan, jadi ini tidak terlalu menjadi beban bagi mereka dalam memproteksi dirinya,” Jelas Habsi  

  • 193 Dibaca