sumber foto : Jejak Kepri

Dinas Kesehatan Polman Tindak Lanjut Pelarangan Albhotyl


Seputarsulawesi.com, Polman,- Dinas Kesehatan Polewali Mandar menindaklanjuti surat larangan penggunaan Albhotyl yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan melakukan pengawasan langsung di sejumlah apotik, Selasa 6 Maret 2018.

Selain melakukan pengawasan terkait peredaran Albhotyl yang sudah dilarang untuk digunakan, Bidang Farmasi dan Pengawasan Obat Dinkes Polman juga memantau obat-obatan lainnya yang sudah dinyatakan dilarang untuk diperdagangkan seperti obat yang mengandung unsur yang diharamkan.

Kepala Seksi Farmasi Dinkes Polman, Umi Kalsum menyampaikan bahwa ada 40 apotik yang ada di Polewali Mandar dan pihaknya sudah turun melakukan pemantauan di apotik-apotik yang ada di Wonomulyo.

"Kita sudah lakukan pengawasan di beberapa apotik di Wonowulyo dan memang ada yang kita temukan masih memajang. Jadi kita himbau untuk tidak lagi memajang," tutur Umi Kalsum.

Terkait dengan penarikan obat-obatan tersebut Umi Kalsum yang juga merupakan Sekertaris Ikatan Apoteker Polewali Mandar mengatakan bukan wewenang institusi pemerintah,

"Penarikannya itu dikembalikan kepada pabrik dan distributornya. Sejauh ini pengawasan kita koordinasikan dengan apoteker sehubungan dengan adanya berita dari balai POM diharapkan agar apoteker memantau apotiknya untuk tidak memajang obat tersebut," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa jika belum dilakukan penarikan oleh pihak distributor dan pabrik obat tersebut tidak boleh diperdagangkan dan menurut sepengetahuannya semua apoteker sudah menyampaikan larangan kepada pemilik sarana.

Umi Kalsum juga menyebutkan beberapa obat yang sudah ditarik oleh distributor nya seperti Viostin lebih dulu turun menarik barangnya dengan cara membeli kembali, Albhotyl ditarik saja, Ensiplex, dan yang terbaru semua produk ensim.

  • 246 Dibaca