Foto: polreswajo.id

Dr. HM Said Saggaf: Karakter Bangsa Perlu Direvitalisasi


Seputarsulawesi.com, Makassar- Direktur Pasca Sarjana Administarsi Publik Puang Rimanggalatung (Prima) Sengkang, Kabupaten Wajo, Dr. HM. Said Saggaf, M.Si mengatakan, masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh peran generasi muda. Sehingga dengan demikian pembangunan karakter generasi muda bangsa perlu menjadi perhatian bagi semua kalangan.

Menurutnya, suatu bangsa akan mempunyai karakter jika generasi mudanya dididik dengan baik serta mendapat perhatian dari semua pihak.

"Bung Karno pernah mengatakan, seribu orang tua hanya bisa bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia," katanya saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan yang digelar oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Palili Polman, di Hotel Lamacca, Jalan Andi Pengeran Pettarani, Makassar, 14 November 2017. 

Di hadapan ratusan mahasiswa Sulbar, mantan Bupati Kabupaten Bantaeng ini mengatakan bahwa, meski pembangunan karakter merupakan cita-cita luhur pendiri bangsa Indonesia, dan hal itu tertulis dalam Pancasila dan pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Namun perhatian orang-orang terkemuka terhadap pembangunan karakter bangsa belum terlaksana dengan baik. Sehingga hasilnya pun belum terlalu optimal. 

Menurutnya, fenomena keseharian menunjukkan perilaku masyarakat belum sejalan dengan karakter bangsa yang dijiwai oleh falsafah Pancasila. "Olehnya itu, perlu untuk melakukan revitalisasi pembangunan karakter bangsa," jelas mantan Bupati Mamasa ini. 

Baca juga: Asri Anas: Mahasiswa Sulbar Harus Mampu Bersaing di Tingkat Global 

Tak hanya itu, dalam dalam dialog yang bertemakan "Peran Pemuda dalam Pembentukan Karakter Bangsa" itu,  Said Saggaf yang juga tokoh Masyarakat Mandar Makassar ini menjelaskan bahwa, karakter adalah "kekuatan rohaniah" yang nampak dalam keseluruhan sikap dan perilaku yang dipengaruhi oleh bakat atau potensi yang ada dalam diri setiap orang dan lingkungannya. 

Olehnya itu, potensi nilai-nilai kejujuran, loyalitas, sikap hormat, cinta, tidak egois, keberanian, mandiri, sikap damai, disiplin, setia serta mampu berlaku adil dengan penuh kasih sayang harus senantiasa diajarkan kepada generasi muda.

Menurutnya, hal itu penting untuk diperhatikan, mengingat ada 10 tanda-tanda sebuah bangsa menuju kehancuran, dan sebagian dari tanda-tanda tersebut saat ini sudah mulai terlihat. Adapun ke 10 tanda-tanda tersebut, yaitu:

  1. Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja;
  2. Membudayanya ketidak jujuran;
  3. Sikap fanatik terhadap kelompok;
  4. Rendahnya rasa hormat kepada guru dan orang tua;
  5. Penggunaan bahasa yang buruk
  6. Semakin kaburnya moral baik dan buruk;
  7. Meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas;
  8. Rendahnya rasa tanggungjawab sebagai individu dan warga negara;
  9. Menurunya Etos kerja dan adanya rasa saling curiga;
  10. Kurangnya kepedulian diantara sesama.

Tag :

kkmsb mamasa wajo
  • 291 Dibaca