Dugaan Mark Up di RSUD Barru

  • 22-08-2017

Seputarsulawesi.com,Makassar - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) Sulsel melakukan aksi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terkait dugaan Mark Up pada proyek pengadaan Alat kesehata (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Barru pada tahun 2015-2016.
 
"Kami menduga dalam proyek tersebut ada indikasi mark up harga," Kata Ketua umum KP-GRD, Andi Etus Mattumi, Selasa 22 Agustus 2017.
 
Etus berujar, Proyek tersebut dikerjakan oleh dua perusahaan yaitu, PT Aditama Infosarana dan PT Aras Sanobar. Etus menjelaskan, dalam penyusunan Harga Perkiraan Sementara (HPS) belanja barang dan jasa, diduga tidak sesuai dengan yang telah terealisasi. 
 
"Ada beberapa item Alkes tersebut yang tidak sesuai spesifikasi seperti yang tertuang dalam kontrak kerjanya," kata Etus.
 
Selain itu saat dilakukan pemeriksaan fisik, Alkes tersebut tidak disertakan jaminan mutu, layanan purna jual, serta kartu garansi dan sertifikat keasliannya. 
 
"Kami menduga dari keseluruhan pengadaan Alkes, ada indikasi kerugian Negara mencapai 32,45 %, pada realisasi anggarannya," ungkapnya. 
 
Olehnya itu, KP-GRD mendesak pihak Kejati segera mengusut kasus tersebut.
 
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel Salahuddin, yang menerima peserta aksi mengatakan, akan menindaklanjuti laporan dugaan mark up tersebut.
 
Meski demikian Salahuddin menjelaskan, setiap laporan yang masuk tidak secara langsung akan ditindak lanjuti.
 
"Ada mekanismenya, terlebih dahulu kita membuat laporannya untuk segera dilaporkan ke pimpinan, nanti kita tunggu, apa pertimbangan pimpinan," kata Salahuddin.