Efisiensi Bisnis dalam Perspektif Suku Bugis


Keberhasilan sebuah bisnis sangat ditentukan oleh strategi bisnis yang diterapkan oleh pelaku usaha. Artinya, sebuah bisnis yang maju harus termenej dengan baik. George R Terry dalam bukunya yang berjudul Principles Of Manjemen memberikan definisi: Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan, dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Biasanya yang menjadi pertimbangan dalam membangun sebuah bisnis yaitu analisis kebutuhan konsumen di daerah tertentu, pemilihan produk yang akan ditawarkan harus memiliki nilai jual. Setelah itu, ditentukan kemasan produk yang menarik sebagai penarik konsumen.

Selain pertimbangan tersebut, pertimbangan lainnya yaitu masalah keuangan. Ketersediaan dana harus menjadi salah satu pertimbangan dalam merintis sebuah bisnis, bukan hanya saat pendiriannya, namun keberlangsungan bisnis. Sehingga setiap pengambilan keputusan harus mempertimbangkan nilai ekonomis terhadap bisnis.

Efektivitas dan efisiensi adalah dua hal ya g sering menjadi penunjang keberhasilan suatu bisnis. Karena penerapan efektivitas dan efisiensi sebuah bisnis bisa berkembang pesat dan maju. Istilah efektif dan efisien merupakan dua istilah yang memang sering kali dikaitkan dengan dunia bisnis. 

Namun perlu diketahui bahwa efektif dan efisiensi memiliki perbedaan. Secara singkat, definisi efektif bisa dikatakan dengan dapat mencapai tujuan maksimal seperti yang diharapkan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah efektif berarti memiliki efek (pengaruh, akibat, kesan), mujarab atau manjur (obat), membawa hasil atau berhasil (usaha, tindakan) dan mulai berlaku (peraturan, undang-undang).

Definisi efektif dapat dijabarkan sebagai suatu pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan tepat waktu dan sesuai seperti rencana yang sebelumnya telah ditetapkan. Sedangkan efisien menurut Susilo adalah suatu kondisi atau keadaan, dimana penyelesaian suatu pekerjaan dilaksanakan dengan benar dan dengan penuh kemampuan yang dimiliki.

Rahardjo Adisasmita mengungkapkan efisiensi merupakan komponen-komponen input yang digunakan seperti waktu, tenaga dan biaya dapat dihitung penggunaannya dan tidak berdampak pada pemborosan atau pengeluaran yang tidak berarti.

Sementara dalam KBBI, kata efisien diartikan sebagai sesuai atau tepat untuk menghasilkan sesuatu tanpa membuang biaya, waktu dan tenaga, dapat menjalankan tugas secara cermat dan tepat, bertepat guna, berdaya guna. Dapat disimpulkan secara sederhana bahwa yang disebut efisiensi yaitu hemat biaya, waktu dan tenaga serta memperoleh hasil yang maksimal tanpa harus mengeluarkan banyak dana.

Dalam perspektif Suku Bugis, penulis berpandangan bahwa makna efisiensi sama dengan "cedde genne mato, maega cappu mato" artinya yaitu meskipun sedikit tapi cukup, walaupun banyak juga akan habis. Ungkapan ini cukup populer dikalangan masyarakat Bugis sebagai sebuah motivasi bahwa dana tidak menjadi suatu halangan dalam melakukan sesuatu. 

Ungkapan "cedde genne mato, maega cappu mato" sering terdengar dari orang-orang tua jika menggelar sebuah acara seperti syukuran dan pernikahan. Biasanya, karena dana yang pas-pasan membuat orang pesimis atas jumlah kebutuhan yang akan dibeli. Namun ungkapan tersebutlah yang mengubah rasa pesimis menjadi optimis sehinga meskipun dengan dana yang pas-pasan tapi bisa menyukseskan acara tanpa ada kekurangan. 

Wujud dari "cedde genne mato, maega cappu mato" yaitu "dipasigenne-gennereng" (dipas-paskan) yang dibeli yang hanya menjadi kebutuhan, selainnya tidak perlu. Dalam sebuah bisnis, pengeluaran sebuah biaya karena pertimbangan kebutuhan prioritas dalam bisnis.

Apabila dikaitkan dalam dunia bisnis, ungkapan tersebut diartikan bahwa dalam merintis sebuah bisnis harus bertahap. Sebuah bisnis harus disesuaikan dengan modal yang dimiliki atau dalam ungkapan bahasa bugis yaitu "mappasituju" (menyesuaikan). Termasuk dalam menjawab tantangan bisnis di era kemajuan teknologi, tantangan tersebut harus dijawab dengan proporsional. Yaitu sesuai dengan kebutuhan bisnis yang dimiliki. Sehingga bisnis dapat berkembang dan berkelanjutan dari masa ke masa.

Contohnya adalah toko online shopping. Aktivitas ini bisa dikatakan efektif dan efisien karena pembeli tidak perlu membuang waktu, tenaga dan bahkan biaya untuk datang ke mall atau toko untuk membeli barang karena dimanapun ia bisa mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga lebih murah.

Tag :

aras-prabowo
  • 1041 Dibaca