Warga bersama FMI demo di DPRD Sinjai

Fraksi Muda Indonesia Dampingi Warga Tuntut Perbaikan Jalan


Seputarsulawesi.com, Polman,- Ketua Umum Fraksi Muda Indonesia (FMI), Nurhidayatullah B. Cottong geram melihat sikap DPRD Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Setelah beberapakali bertatap muka dengan warga, DPRD Sinjai diduga tidak lagi memegang teguh prinsip demokrasi bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat.

“Seyogyanya, anggota DPRD adalah perwakilan suara rakyat yang diberikan tahta mengawasi pemerintahan. Namun, fungsi itu tak terlihat lagi pada polemik yang terjadi di Desa Turungan Baji, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan,” kata Nurhidayatullah B. Cottong kepada Seputarsulawesi.com, Kamis, 9 Maret 2018.

Ia menambahkan terbitnya pernyataan sikap warga dalam menggapi hal yang dipertontonkan anggota DPRD dinilai telah mencederai demokrasi, karena telah mengabaikan aspirasi warga dan proses mediasi yang tidak berhasil.

“Pernyataan yang mengindikasikan timbulnya konflik, tiada lain karena suara wakil rakyat di parlemen sudah tidak lagi mewakili rakyat. Kalau memang sudah tidak mampu menampung aspirasi rakyat, yah silahkan mundur! Simple kan?,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan sebagai organisasi pendidikan politik, FMI akan terus mengawal permasalahan ini, sebab adanya permasalahan seperti ini menguat dan benar adanya jika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semakin hari semakin tidak dipercaya publik.

“Permintaan warga Desa Turungan Baji hanya satu yaitu memperbaiki jalan yang panjanganya tidak seberapa dalam hitungan pembangunan nasional (sekitar 10KM) dari dua arah yang berbeda, maka selesai semualah polemik yang terjadi di sana.” Jelasnya.

  • 219 Dibaca