Gerakan Anti Narkoba Bakal Jadi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi


Seputarsulawesi.com, Makassar- Kemenristekdikti RI akan mengeluarkan kebijakan, salah satunya memasukkan gerakan anti narkoba ke dalam instrumen akreditasi perguruan tinggi. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan imunitas kampus dari pengaruh dan penyalahgunaan narkoba. 

"Akreditasi dipahami sebagai komitmen meningkatkan mutu kualitas pendidikan tinggi. Karenanya, gerakan anti narkoba dan kaitannya dengan akreditasi dirasa cukup relevan untuk dilaksanakan," kata Menristekdikti RI, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof . Dr. Rina Indiastuti, SE, M.SIE dalam acara Deklarasi Anti Narkoba yang dipusatkan di depan kantor Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Senin 13 November 2017.

Baca berita sebelumnya: Ribuan Mahasiswa dan Dosen Kopertis IX Deklarasi Anti Narkoba

Dalam sambutannya itu, Menristekdikti RI juga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut ditempuh agar pergurun tinggi semakin peduli terhadap bahaya narkoba, serta melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan obat-obat terlarang, khususnya di lingkungan kampus.

Tak hanya itu, Menristekdikti RI juga meminta agar kampus dapat memberikan pemahaman ilmiah kepada mahasiswa tentang bahaya narkoba, termasuk menjelaskan mengapa orang kecanduan narkoba, apada dampaknya bagi fisik dan mental, dan bagaimana pencegahannya.

"Selain itu kampus juga dapat melakukan tes urin bagi calon mahasiswa baru, dan itu bisa dijadikan sebagai syarat kelulusnya," ungkapnya.

Tag :

kemenristek
  • 59 Dibaca