GUSDURian Gorontalo Sikapi Kebijakan Rektor UNG

  • 06-03-2020

Seputarsulawesi.com, Gorontalo- Komunitas GUSURian Gorontalo menyikapi kebijakan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) soal penyediaan kursi beasiswa tanpa test bagi siswa yang mampu menghafal Al-Qur’an.

Djemi Radji, Koordinator Komunitas GUSDURian Gorontalo mengatakan, kebijakan Rektor UNG tentang mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Mandiri Berbasis Prestasi Unggul itu, berpotensi melahirkan diskriminatif, khusus terhadap penganut agama lain.

Tak hanya itu, kebijakan tersebut juga dinilai menyalahi himbauan Menristekdikti RI yang mengatakan bahwa, setiap Perguruan Tinggi tidak boleh mengeluarkan kebijakan yang bersifat diskriminatif. Olehnya itu, ia pun meminta agar surat keputusan yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut ditinjau ulang, karena sarat kontroversi dan multi tafsir.

“Kami juga meminta kepada Rektor UNG untuk senantiasa mewujudkan lima sendi peradaban Gorontalo yang dikenal dengan istilah Payu Limo To Halu, Lipu Pei Hulalo,” katanya ke Seputarsulawesi.com, Kamis, 05 Maret 2020.

Lebih lanjut, pendiri GUSDURian Gorontalo ini mengingatkan, kampus UNG adalah kampus yang terbuka dan menjunjung tinggi asas Bhineka Tunggal Ika dan di dalamnya terdapat berbagai agama. Olehnya itu, ia pun menilai bahwa kebijakan yang dikeluarkan Rektor UNG itu bertentangan dengan Program Kemendikbud RI tentang Kampus Merdeka.

“Kami juga meminta agar Rektor UNG tidak sedang dan berupaya membawa semangat keagamaan tertentu ke dalam lingkungan kampus dan memastikan layanan terbaik kepada setiap individu dan civitas akademik,” tegasnya.

Post Tags:

Gusdurian