HMI Cagora Minta Tiga Unsur Pimpinan Kepolisian Dicopot


Seputarsulawesi.com, Makassar,- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya meminta tiga unsur pimpinan Kepolisian mundur dari jabatannya jika tidak bisa menuntaskan kasus e-KTP.

Mereka meminta agar Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Muktiono, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Komisaris Besar Polisi Anwar Efendi dan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tamalate, Komisaris Polisi, Amrin segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Salah satu kader HMI Cabang Gowa Raya, Ra'dung saat membacakan pernyataan sikapnya mengatakan, kasus e-KTP yang tak kunjung usai membuktikan bahwa sistem hukum di Indonesia sudah diambang kehancuran.

"Hukum dibuat untuk kesejahteraan rakyat tetapi kini hukum menjadi momok yang menakutkan bagi rakyat kecil," teriak Kader HMI Cagora.

"Aparat kepolisian telah mempertontonkan tindakan yang tidak manusiawi dengan melakukan tindakan represif kepada kami. Sehingga ada teman kami yang terluka," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua HMI Cagora, Andi Jimmy Rusman. Ia mengatakan, demonstrasi tersebut merupakan bagian dari gerakan untuk menuntaskan kasus mega proyek e-KPT.

"Kita menuntut hak untuk mengusut tuntas kasus e-KTP karena hari ini masih banyak kader HMI yang belum memiliki e-KTP," ungkap Andi Jimmy Rusman.

Terpisah, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Komisaris Besar Polisi Anwar Efendi mengaku, akan melakukan tindakan persuasif demi kenyamanan bersama guna menghindari korban dan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

"Kami akan lakukan tindakan persuasif karena mengingat juga masyarakat mengalami kerugian," tegas Anwar Efendi.

  • 2215 Dibaca