Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Idham Arsyad

Idham Arsyad : Rencana Impor Beras Mengkhianati Petani

Array


Seputarsulawesi.com, Jakarta,- Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani), Idham Arsyad sangat menyayangkan rencana pemerintah untuk mengimpor beras.

"Kebijakan untuk melakukan impor beras ini sangat mengecewakan petani karena akan dilakukan di saat petani sedang menghadapi musim panen bulan depan." ujar Idham Arsyad, Selasa, 16 Januari 2018.

Idham menilai kebijakan yang diambil pemerintah ini langkah mundur dalam pertanian. Sebab sejak awal pemerintahan Jokowi sudah berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan terus mengupayakan peningkatan produksi pangan.

Idham juga mempertanyakan pernyataan Menteri Pertanian yang terus menerus mengatakan bahwa stock beras kita aman tetapi nyatanya hari ini harga dipasaran terus melonjak naik dan operasi pasar juga tidak bisa mengatasinya.

"Selama ini Menteri Pertanian di media menyatakan bahwa stok pangan kita aman tetapi ternyata harus impor beras lagi. Padahal anggaran pertanian sudah mengalami penigkatan luar biasa yang tujuannya untuk meningkatkan produksi. Sehingga bagi kami ini sangat mengherankan dimana anggaran naik tetapi tidak diikuti dengan kinerja yang baik," tegas Idham Arsyad.

Jika pilihan kebijakan untuk mengimpor beras tetap dilanjutkan maka menurut dewan pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) ini akan menggerus kepercayaan petani terhadap Presiden Jokowi.

"Saat ini Presiden kita mendapat penilaian yang baik dari rakyat, akan tetapi dengan kebijakan melakukan impor beras akan sangat potensial menggerus popularitas Jokowi," kata Idham.

  • 668 Dibaca