Ini Bisnis Musiman Jelang Iduladha

  • 19-08-2017

Seputarsulawesi.com, Makassar - Musim hewan kurban atau lebih dikenal hari raya kurban Iduladha membuat pebisnis musiman yang beromset tinggi berlomba menentukan tempat yang dinilai strategis atau dengan kata lain tempat yang ramai dilalui kendaraan.
 
Salah satunya di jalan Tun Abd Razak yang menghubungkan antara Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, tepatnya jalan poros mengarah kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
 
Hamzah 45 tahun salah satu pedagang sapi kurban yang telah puluhan tahun melakoni bisnis musiman ini mencoba memilih tempat tersebut karena dinilai strategis.
 
"Saya menjual sapi sudah 17 tahun, tapi tempat berpindah-pindah," kata Hamzah Sabtu 19 Agustus 2017.
 
Menurut Hamzah, usia bisnis ini hanya singkat, dia mulai menjual sejak 16 Agustus 2017 lalu, hingga seminggu setelah perayaan hari raya Iduradha.
 
"Saya menjual hanya 15 hari saja," kata Hamzah.
 
Namun, waktu yang singkat itu lanjut Hamzah, ia pernah mencapai penjualan sapi yang tertinggi sebanyak 160 ekor, tetapi tahun ini menurut Hamzah akan sedikit berbeda dengan tahun lalu, ia meprediksi penjualannya bisa jadi akan menurun.
 
"Pembeli kadang banyak kadang juga sedikit, kayaknya kurang ini, kita berdoa saja mudah-mudahan banyak," ujar Hamzah.
 
Hamzah mengaku, sapi yang dia jual merupakan sapi lokal yang diambil dari kelurahan Biring Bulo, Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa.
 
Di tahap Awal, Hamzah menurunkan sapi dari Gowa hanya 71 ekor, selanjutnya akan ada tahap ke dua.
 
"Kalau sapi ini sudah banyak laku, saya akan kirim lagi," ucap Hamzah.
 
Hamzah dibantu oleh tujuh orang karyawan untuk mengurusi sapi-sapinya, ketujuh orang tersebut tidak lain dari keluarga sendiri.
 
Harga sapi yang dijual Hamzah beragam, mulai harga standar Rp 9,5 juta, Rp 10,5 juta, Rp 11,5 juta, Rp 12,5 juta, Rp 13,5 juta, Rp 20 juta hingga Rp 30,5 juta.
 
Hamzah mengungkapkan, bagi pembeli, cukup bayar tanda jadi atau panjar yaitu setengah dari harga sapi, pelunasannya dilakukan apabila sapi yang dibeli telah sampai di rumah atau alamat pemesan.
 
"Pembeli hanya datang dan memilih sapi yang dia mau, kemudian bayar tanda jadi, lalu dititipkan ke saya untuk menjaga kondisi sapi, pas hari raya atau kapan pemilik akan sembelih, saya antarkan sampai tempat yang ditujukan, disitulah baru dilunasi," kata Hamzah.