Para Narasumber Dialog Lintas Iman

Ini Masukan Tokoh Agama Sulsel Untuk KPU Menghadapi Tahun Politik


Seputarsulawesi.com, Makassar,- Tokoh agama Sulsel memberi masukan kepada KPU Kota Makassar terkait bahaya politisisasi agama dalam Pilkada. Lima perwakilan tokoh agama yang hadir diantaranya KH. Afifuddin Harizah (Islam), Cristina J. Hutubessy (Kristen), Yongris Lao (Buddha), I Nyoman Supartha (Hindu) dan Erfan Sutono (Konghuchu). Sementara komisioner KPU Kota Makassar yang hadir A. Shaifuddin Bintang.

Dialog yang mengangkat tema agama dan toleransi di tahun politik digagas PMII Komisariat Tri Dharma Nusantara bersama Gusdurian Makassar dilaksanakan di gedung Kemenag Makassar, Sabtu, 27 Januari 2018.

KH. Afifuddin Harizah mengatakan jika agama ditunggangi politik itu bahaya. Namun, jika politik ditunggangi agama itu bagus.

"Karena nilai agama akan membuat politik itu lebih beretika," kata Pimpinan Pondok Pesantren An-Nahdah.

KH. Afifuddin Harizah menambahkan seringnya isu agama digunakan dalam Pilkada karena agama mengikat secara emasional.

Hal ini dibenarkan Erfan Sutono yang mangatakan karena agama adalah ikatan emasional makanya memainkan isu agama menjadi hal yang sangat mudah dan murah untuk menggerakkan rasa simpatik seseorang.

“Dalam Konghuchu seorang pemimpin tak sekadar memimpin tapi harus memperjuangkan nilai kemanusian dan nilai sosial,” kata Ketua GEMAKU ini.

Yongris Lao dari Walubi Sulsel melihat tak ada yang dapat membendung isu agama untuk digunakan sebagai alat dalam politik meski aturan melarang itu ada. Makanya, dibutuhkan kesadaran masing-masing pemeluk agama untuk tidak mencampur agama dan politik

Cristina J Hutubessy menambahkan dalam kekristenan jelas hubungan agama dan negara harus dipisahkan.

Sedangkan I Nyoman Supartha mengatakan agama hindu memberikan kebebasan siapapun yang ingin jadi pemimpin.

Sementara, Komisioner KPU Kota Makassar A. Shaifuddin Bintang sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas PMII dan Gusdurian ini.

"KPU Kota Makassar punya keterbatasan dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya isu agama dipolitisasi, sehingga peran masyarakat seperti ini sangat membantu KPU" kata Shaifuddin.

  • 627 Dibaca