Innalillahi Wa Innalillahi Rajiun, KH. Mochtar Husain Wafat


Seputarsulawesi.com, Makassar,- Innalillahi Wa Innalillahi Rajiun pendiri Pondok Pesantren Nuhiyah Polewali Mandar, KH. Mochtar Husain wafat. Kabar meninggalnya mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar datang dari anaknya Zainal Arifin Mochtar  melelaui graup Whats App POLITICAL SCHOOL, pada pukul 17.51 Wita, Sabtu, 7 Oktober 2017. 

"Telah meninggal dunia ayahanda KH Mochtar Husein di Makassar. Mohon doanya dan jika sempat mohon sholat ghaib buat beliau," Tulis Zainal Arifin Mochtar.

Kabar duka ini langsung direspon anggota graup Whats App POLITICAL SCHOOL. Salah satunya yang berkomentar mantan Bupati Mamuju, Suhardi Duka (SDK). 

"Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun, semoga seluruh amalannya dilipat gabdakan amin, beliau pernah mengajar saya Da'wah. AL fatiha." Tulis SDK. 

Ucapan duka juga datang dari Ketua Umum DPP IMMIM Prof. Dr. Ahmad M. Sewang, "Turut berduka atas wafatnya Dr. K.H. Mochtar Husein tadi sore dan akan dikebumikan besok. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Amin ya Rabbal Alamin." katanya. 

Alm. KH Mochtar Husein waktu hidup aktif rajin mengisi kolom Mimbar Jum'at di Harian Pedoman Rakyat. Anak-anak almarhum juga aktif menulis sesuai bidang masing-masing. 

Salah satu anaknya Zainal Arifin Mochtar menjadi perbincangan saat berhasil menjadi moderator debat pada pemilihan presiden yang menghadapkan pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla dan pasangan Pabowo Subianto dan Hatta Rajasa tahun 2014. 

Zainal Arifin Mochtar juga merupakan Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada yang rajin menulis mengenai isu-isu korupsi.

  • 678 Dibaca