Selebrasi viking clap ala Islandia (Gambar: CNN Indonesia)

Islandia, Dari Sepakbola ke Valhalla

Array


Seputarsulawesi.com, Makassar- Bagi bangsa Viking di masa lalu-sebelum berjumpa dengan kekristenan, dunia dianggap tidaklah tunggal. Terdapat dunia-dunia lain yang sifatnya fana, yang mengelilingi bumi dan dihuni oleh para Dewa penguasa alam semesta. Salah satu dunia tersebut bernama Asgardia, kediaman dewa-dewa semacam Odin, Thor dan Loki.

Nah, di Asgardia terdapat sebuah taman, yang dipercaya sebagai surge dalam kepercayaan Kuna Viking disebut Valhalla. Valhalla dianggap sebagai surga dengan tingkatan paling tinggi. Bangsa Viking meyakini, apabila berusaha mati-matian, dan lantas gugur di medan perang, maka Valhalla adalah tempat yang akan dituju, bukan yang lain.

Dahulu bangsa Viking gemar berperang dan bertualang. Mereka adalah bangsa penjelajah dengan mental baja, yang sempat menjarah dan membuat takut raja-raja Britannia raya. Bahkan, salah satu dari bangsa Viking bernama Rollo, disebut pernah bertahta di Normandia, wilayah barat Prancis.

Karena gemar berpetualang, bangsa Viking tersebar di seantero Eropa. Pun, dari banyak penelitian menyebutkan bahwa orang-orang Eropa kini, sebagian besar masih memiliki darah bangsa Viking.

Kini, mayoritas warga wilayah negara-negara Skandinavia, masih merupakan keturunan langsung bangsa Viking. Di antaranya warga di negara Finlandia, Denmark, Swedia, dan Norwegia. Juga satu negara kepulauan kecil di ujung Atlantik Utara, Islandia.

Meski masih keturunan bangsa Viking, negara-negara tersebut, kini tidak lagi gemar berperang dan bertualang. Atau boleh dikata, berperang dan bertualang dengan semangat juang tinggi, dicurahkan lewat  cara yang lain. Salah satunya, lewat olahraga paling populer sejagat, sepakbola.

Denmark dan Swedia sendiri, telah punya nama di sepakbola. Nama-nama terkenal banyak bermunculan dari negara tersebut. Dari Denmark ada nama Christian Eriksen dan Andreas Christensen. Sedang dari Swedia, siapa yang tak kenal Zlatan Ibrahimovic? Untuk Finlandia dan Norwegia, prestasi mereka masih dibilang biasa saja. Belum banyak nama beken yang dihasilkan.

Namun, nama Islandia lah, dalam dua tahun terakhir, yang paling mencuri perhatian. Baru-baru saja, atau tepat 10 Oktober 2017 lalu, Islandia berhasil menembus putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia untuk pertama kalinya, lewat kemenangan 2-0 atas Kosovo.

Bergabung dalam grup bersama negara-negara langganan Piala Dunia, yakni Kroasia, Ukraina dan Turki, negara kecil dengan deretan gunung api aktif ini, meledak-ledak di babak kualifikasi. Juara grup dan tiket otomatis, berhasil diraih. Sehingga Islandia berhasil menenggelamkan nama negara-negara hebat tersebut.

Tahun kemarin, Islandia juga secara mengejutkan lolos ke EURO 2016 Prancis untuk pertama kali. Bahkan, Gifly Sigurdsson dkk, berhasil menembus babak 8 besar. Meski pada akhirnya harus tunduk 2-4 atas Prancis. Penampilan paling hebat para viking dari utara ini, kala melumat Inggris 2-1 pada babak 16 besar.

Lolos ke Piala Dunia 2018 adalah mimpi yang jadi kenyataan bagi punggawa Timnas Islandia. Semua itu berkat kerja keras para pemain, staff pelatih, hingga otoritas sepakbola Islandia. Sejak satu dekade terakhir, pengampuh kebijakan sepakbola Islandia memang secara serius membangun persepakbolaan di negara kecil itu.

Islandia mulai membangun berbagai fasilitas sepakbola Indoor sejak 2002, guna mengatasi faktor cuaca yang bila pada musim dingin bisa mencapai mines 10 derajat Celcius. Kompetisi di Islandia, saat masih mengandalkan stadion outtdor, hanya bisa dilangsungkan selama empat bulan. Dan tentu hal ini akan menghambat pengembangan pemain di liga lokal Islandia. Kini, mereka bisa berkompetisi hingga beberapa bulan lamanya.

Selain itu, pembinaan pemain muda dan  pelatih berkualitas, semakin dimarakkan. Sampai saat ini, terdapat kurang lebih 22.500 jiwa pesepakbola Islandia yang bermain di liga lokal dan juga tersebar di beberapa liga di Eropa. Bahkan, sebanyak 664 pelatih asal Islandia yang telah memiliki lisensi, baik UEFA dan FIFA. Jumlah ini cukup mengejutkan, bilamana dibandingkan dengan jumlah populasi di Islandia yang hanya berkisar 334.252 jiwa.

Pemain-pemain Islandia, apabila sudah memasuki usia 20 tahun, kebanyakan langsung menyebar diri ke kompetisi-kompetisi di berbagai belahan Eropa. Dan kebanyakan dari mereka, pada akhirnya menjadi tumpuan beberapa tim di liga-liga top, semisal di Liga Inggris dan Liga 1 Perancis.

Nama-nama top dari tanah es tersebut lumayan hebat di tim masing-masing. Sebut saja Gilfy Sigurdsson yang kini membela Everton di Liga Inggris. Juga, ada Johann Gudmunsson yang membela Burnley. Dan jangan lupakan Aron Gunnarsson, Rulik Gislason dan Alfred Finnbogasson.

Para pemain dari negeri salju ini, dikenal memiliki semangat juang dan mental bertarung yang hebat. Persis seperti pendahulu mereka di masa lalu. Darah viking yang mengalir di tubuh pesepakbola Islandia, benar-benar mendidih kala mereka bermain. Pesepakbola Islandia juga dianggap sebagai yang terbaik dalam soal kerjasama tim, dan jarang bermain secara individual.

Henning Berg, pelatih Liyn FC asal Norwegia, yang pernah mengasuh beberapa pemain asal Islandia, mengakui  hal khusus yang melekat dalam diri pemain Islandia.

"Mental hebat adalah hal yang paling akan anda sadari dari para pemain Islandia," tuturnya kepada harian Mogunbladid.

Mental dan semangat bertarung yang pada akhirnya membawa Islandia menuju Piala Dunia 2018. Rusia tak ubahnya Valhalla, surganya pesepakbola. Impian tampil di Piala Dunia adalah mimpi semua negara dan pesepakbola

Dan Gilfy Sigurdsson dkk, yang sejak kecil bermain sepakbola di hamparan salju, tahun depan akan menuju Valhalla (Piala Dunia 2018 Rusia). Bukan lagi  dengan cara mati di medan perang, tapi dengan menang  di atas rumput hijau. Bersama suporter, "viking clap" - selebrasi khas suporter Islandia, akan menggemakan tanah merah, Rusia.

  • 72 Dibaca