Dr Kadir Ahmad, AGH Sanusi Baco, Cak Mon dan Pengurus IKAPMII Sulsel foto bersama

Kadir Ahmad Sebut Cak Mon Berperan Penting Dalam Pengembangan Tradisi Keagamaan di Kota Makassar


Seputarsulawesi.com, Makassar - Mantan Ketua Tanfiz NU Makassar, Dr. Kadir Ahmad menyebut Nasran Mone, sebagai salah satu tokoh yang berperan besar mengembangkan tradisi keagamaan di Kota Makassar.

"Semua itu, dia yang menjadi penghubungnya. Saat itu dia anggota dewan, kapasitasnya dia manfaatkan betul untuk pengembangan dan pembinaan kegamaan dan tradisi keagamaan," ujar Kadir Ahmad, Minggu, 3 September 2017.

Cak Mon, sapaan akrab Nasran Mone, dianggap menjadi penghubung ribuan kelompok Barazanji dan Majelis Taklim di Makassar.

Menurut Kadir Ahmad, kelompok keagamaan di Makassar belum terlalu eksis di ranah publik, umumnya masih bergerak di kelompok dan komunitas masing-masing. Namun, Cak Mon berperan, memfasilitasi komunikasi dan pendaaan untuk kegiatan massal, seperti Maudu' Lompoa (Maulid tradisi)

"Dia yang mulai acara Maulid di karebosi. Barazanji masuk di Karebosi, dia yang mulai," tambah Ketua IKAPMII Sulse Ini.

Saat itu, Nasran Mone berhasil mencatat rekor mengadakan Maulid tradisi hingga 7 kali berturut-turut. Peserta Pa'Barazanji dan Majelis Taklim mencapai seribu orang, belum terhitung untuk tamu dan warga yang menghadiri. Kegiatan Maulid Tradisi massal ini, mulai digerakkan Nasran Mone sejak tahun 2007 silam. 

"Pokoknya, dia itu pengembangan sarana-sarana kegamaan, yang kedua tradisi keagaman, dia sangat konsen di situ," lanjutnya.

Diketahui, perhelatan Maulid Tradisi masih berlangsung dari tahun ke tahun di Karebosi dan Anjungan Losari.

"Maulid tradisi secara massal, dia punya jasa tawwa sampai sekarang, dia masih punya data kelompok-keompok barazanji, di semua kecamatan yang ada di Kta Makassar," pungkas Kadir Ahmad.

  • 71 Dibaca