foto : Dok. Rahmayani

Kakek Hidup Sebatang Kara Dalam Gubuk, Luput dari Perhatian Pemerintah


Seputarsulawesi.com, Polman,- Borahima (58) seorang kakek tinggal sebantang kara di gubuk berukuran 2x2 meter di Dusun Garasi, Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman. Istrinya telah meninggal dunia dan anak kandungnya tak kunjung mengunjunginya.  

Ketika Seputarsulawesi.com mengunjunginya, kakek kelahiran 1960 ini mengatakan dirinya sudah 10 tahun hidup sebatang kara dalam gubuk yang mirip kandang kambing. Dindingnya dari pelepah batang kelapa yang disusun dan bagian atas gubuk ditutupi seng dan daun rumbia disusun seadanya. Tak butuh tenaga yang banyak untuk merubuhkan gubuk ini, sekali digoyang dengan kekuatan orang dewasa gubuk ini akan rata dengan tanah.  

"Sudah lamami istriku meninggal dan saat itu juga saya tinggal sendiri, jika saya sakit tidak ada yang merawat," katanya, Selasa, 23 Januari 2018.

Ia menafkahi dirinya dengan memungut buah kelapa di pinggir laut dan hasilnya kemudian di jual untuk makan sehari-hari. Hasil penjualan buah kepala tidak menentu, terkadang dari memungut buah kelapa itu, hanya mendapat uang Rp 5.000 dalam satu minggu, itulah yang digunakan untuk beli beras.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya terkadang tidak makan nasi dalam seminggu karena tak dapat buah kelapa untuk dijual.

Gubuk yang ia tinggali di atas tanah milik keluarganya. Saat masih usia produktif, ia bekerja sebagai nelayan. Ia pasrah dengan kondisinya karena untuk berharap bantuan dari pemerintah bagai pungguk merindukan bulan.

 

Tag :

polman sulbar
  • 909 Dibaca