Kapolda Sulbar: 4800 Detonator Tak Terkait Teroris


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Kapolda Sulawesi Barat, Brigjend Pol Baharuddin Djafar membantah bahwa penggagalan pengiriman 4.800 buah detonator yang terjadi di Mamuju beberapa hari lalu terkait persoalan teroris. 

Menurutnya, detonator yang diamankan dari seorang sopir truk yang melintas di jalan poros kecamatan Kalukku, Mamuju itu merupakan detonator jenis bom ikan. Detonator berjumlah 4.800 buah itu tersimpan dalam dos.  

"Yang kita amankan cangkang detonator yang akan digunakan untuk bom ikan, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan terorisme," katanya, Sabtu, 10 November 2017.

Kapolda Sulbar membenarkan bahwa bahan peledak tersebut berasal dari Palu dan rencananya akan dibawa menuju Makassar. Penggagalan tersebut terjadi, berdasarkan laporan warga kemudian dikembangkan dan ditemukan di Mamuju.

Tak hanya itu, Kapolda Sulbar juga membantah bahwa pengamanan di wilayah perbatasan Sulbar tidak terlalu ketat, sehingga bahan peledak mudah diselundupkan di wilayah tersebut.  

"Kalau ditangkap berarti tidak longgar dong pengawasannya," katanya.

Meski demikian, dengan adanya kasus tersebut, pihaknya akan lebih memperketat lagi pengawasan, khususnya di wilayah perbatasan Sulbar.

  • 94 Dibaca