Kejati Sulselbar Dinilai Belum Maksimal Tangani Kasus Dugaan Korupsi APBD Sulbar


Seputarsulawesi.com, Makassar- Meski Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) telah menetapkan Ketua DPRD Sulbar dan tiga Wakilnya sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan APBD tahun anggaran 2016, namun Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat Menggugat (Ambar) menganggap kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) belum maksimal.

Kordinator Lapangan (Korlap) Ambar, Marwan mengatakan, Kejati belum optimal dalam menjalankan amanat yang diembannya, sehingga penegakan supremasi hukum menurutnya belum maksimal.

"Kami menduga masih ada pihak yang kemudian akan terlibat, akan tetapi sampai hari ini masih saja empat tersangka yang ditetapkan," kata Marwan usai melakukan aksi di depan kantor Kejati Sulselbar jalan Urip Sumoharjo, Senin 9 Oktober 2017.

Selain itu, Marwan menduga ada keterlibatan sejumlah rekanan dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan APBD Sulbar tahun anggaran 2016 yang belum dipublikasikan.

"Ada beberapa oknum yang diduga terlibat dalam kasus tipikor ini yang belum dipublikasikan, seperti pihak rekanan dalam hal ini CV atau PT yang mengelolah anggaran APBD 2016 ini," kata Marwan.

Meski begitu, Marwan dan rekannya tetap mengapresiasi langkah upaya hukum Kejati yang telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. 

Ambar berjanji akan tetap mengawal kasus tersebut, sehingga ada delapan poin penting yang disampaikan Ambar menggugat dalam aksi ini. 

1. Mendesak Kejati Sulselbar tetap konsisten mengawal kasus dugaan tindak pidana korupsi APBD 2016.
2. Meminta transparansi Kejati Sulselbar menganai sampai dimana tahapan hukum yang dijalankan dalam penanganan kasus dugaan korupsi APBD Sulbar tahun anggaran 2016.
3. Meminta Kejati Sulselbar agar tetap menjaga konsisten asas kesamaan di mata hukum.
4. Meminta Kejati Sulselbar menggandeng PPATK dalam penelusuran aliran dana terkait indikasi penyalagunaan APBD.
5. Mendesak Kejati Sulselbar untuk membuka secara lebar seluruh perusahaan yang terlibat dan telah dipanggil dalam penyalagunaan APBD 2016.
6. Meminta Kejati Sulselbar agar mempunlikasikan penanganan kasus tersebut.
7. Progres penanganan tindak pidana korupsi APBD Sulbar tahun anggaran 2016 segera ditingkatkan berdasrkan alat bukti.
8. Mendukung Kejati Sulselbar untuk mempercepat penahanan tersangka yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin mengatakan, saat ini tim penyidik terus bekerja, baik terhadap pemeriksaan saksi - saksi maupun mempelajari dokumen - dokumen yang lain dalam rangka lebih mematangkan penyidikan.

"Ini tim penyidik baru melakukan penetapan tersangka, tim penyidik saat ini sementara menyusun schdule dalam rangka pemeriksaan para tersangka, terkait dengan penahanan, kita serahkan sepenuhnya kepada tim penyidik, otomatis dengan berbagai pertimbangan, kita lihat kedepannya seperti apa sikap penyidik," kata Salahuddin usai menerima aksi Ambar Menggugat.

Tag :

korupsi sulbar
  • 316 Dibaca