Foto Bersama Nurdin Halid dan Munafri Arifuddin di Stadion Mattoanging, Senin, 6 November 2017

Kekalahan PSM Diduga Karena Urusan Politik


Seputarsulawesi.com, Makassar- Tim sepak bola kebanggaan Makassar, PSM terpaksa harus menelan pil pahit kekalahan di kandang sendiri setelah bertanding melawan Bali United dengan skor 0:1. 

Akibatnya, Tim besutan Roberts Rene Alberts itu, terpaksa harus mengubur mimpinya untuk meraih gelar juara Gojek Traveloka Liga Satu 2017.

Tak hanya itu, kekacauan yang sempat terjadi pasca kekalahan PSM di Stadion Andi Mattalatta, membuat wasit menyudahi permainan. 

Sementara di tengah lapangan, para pemain PSM Makassar tertunduk lesu, seakan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi di hadapan mereka. 

Para pemain seolah tak kuasa menerima kenyataan. Hanya tangis, jadi ekspresi yang menggambarkan kekecewaan.

Publik Makassar tak pernah menyangka hal itu bakal terjadi. Padahal jauh sebelumnya, mereka sangat optimis bahwa tim kebanggaannya itu akan menang.

Mulai dari official, para pemain, fans, hingga politisi lokal, ramai-ramai mengumbar kepercayaan diri yang tinggi. Prediksi kemenangan mutlak bagi PSM. Selebihnya, hanya tebakan skor yang berbeda-beda.

Tak hanya itu, kekalahan PSM yang juga menjadi perbincangan warga Kota Makassar itu diisukan ada kaitannya dengan  politik. 

Pasalnya, Chief Executive Officer (CEO) PSM, Munafri Arifuddin digadang-gadang akan ikut bertarung dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) tahun 2018 mendatang. 

Munafri Arifuddin dituding terlalu banyak mengurusi urusan politik jelang Pilwalkot, sehingga kurang fokus mengurus PSM Makassar. 

Hal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab kekalahan PSM Makassar di kandang sendiri. Padahal, tim kebanggaan Makassar tersebut adalah tim tangguh, dan yang tak terkalahkan saat bertanding di laga kandang.

M. Hasrullah, salah seorang warga Kota Makassar secara tegas mengatakan, kekalahan tim PSM di lapangan hijau kemarin harus menjadi pembelajaran bagi Manager PSM. Semestinya, manager PSM fokus dan profesional memperhatikan kondisi dan kesiapan para pemain.

"Urusan politik biarkan politisi, urusan agama kan sudah ada Ulama, dan urusan sepakbola berikan kepada ahlinya," kata M Hasrullah, Selasa, 7 November 2017.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Seputarsulawesi.com belum bisa tersambung dengan Chief Executive Officer (CEO) PSM, Munafri Arifuddin untuk dimintai tanggapan terkait isu tersebut.

  • 5370 Dibaca