Dosen kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), St. Hadriyanti Hamang, S.ST,

Kelainan Pada Bayi yang Tak Perlu Dicemaskan


Seputarsulawesi.com, Makassar,- Kasih sayang di dalam sebuah keluarga akan bertambah besar sejak kelahiran seorang anak. Oleh karena berharganya arti kehadiran seorang anak, orang tua pasti mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kelahiran bayi mungil nan lucu.

Bayi baru lahir memang menjadi kado yang sangat istimewa bagi orang tua. Namun, perlu diingat bahwa sebenarnya merawat bayi bukanlah perkara mudah. Ada begitu banyak hal mengenai bayi baru lahir yang sangat perlu diketahui.

Ada beberapa kondisi pada bayi yang mungkin membuat orang tua cemas. Namun, sebagian besar bukanlah masalah serius yang perlu dicemaskan.

Dosen kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), St. Hadriyanti Hamang, S.ST, berbagi tentang beberapa kondisi pada bayi yang tidak perlu dicemaskan sang bunda.

"Kebetulan saya punya baby, dan pernah mengalami beberapa kondisi yang awalnya saya anggap tidak biasa. Tapi setelah membaca dan bertanya kepada teman-teman yang sudah pengalaman, ternyata semua ada penjelasannya," ujarnya kepada seputarsulawesi.com, Kamis, 11 November 2017

Berikut lima kondisi bayi baru dilahirkan yang tidak perlu dicemaskan

1. Kulit Bayi Menguning

Kulit bayi menguning pada umumnya terjadi karena fenomena fisiologis yang normal, dimana disebut ikterus neonatal (neonatal jaundice), dimulai dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Selama hidup didalam rahim, sel-sel darah merah janin mengandung jenis hemoglobin yang berbeda dari hemoglobin yang hadir setelah kelahiran.

Ketika bayi lahir, tubuhnya mulai menghancurkan sel-sel darah merahnya yang mengandung hemoglobin jenis janin dan menggantikan mereka dengan sel darah merah yang mengandung hemoglobin janin dewasa.

Liver bayi menjadi dipenuhi bilirubin yang berasal dari hemoglobin janin dari sel-sel darah merah yang dihancurkan karena liver pada bayi baru lahir belum matang, dan kemampuannya untuk memproses dan menghilangkn bilirubin terbatas, bilirubin terakumulasi dalam darah. Gejala ikterus atau bayi kuning pun muncul. Dalam dua atau tiga minggu, penghancuran sel darah merah berakhir, liver menjadi matang dan tingkat bilirubin kembali normal.

2. Bayi Berbulu Lebat

Bayi yang baru lahir kemudian berbulu lebat atau rambut-rambut sangat halus menutupi hampir seluruh badan bayi dalam rahim. Rambut yang disebut lanugo tersebut normalnya menghilang sebelum kelahiran, tetapi tidak selalu demikian, terutama pada bayi prematur. Kondisi ini hanyalah sementara. Pada saatnya rambut-rambut itu akan memudar secara spontan dalam tiga atau empat minggu.

3. Bayi Memiliki Bintik-bintik Dikulit

Kondisi yang disebut infantile hemangioma ini ditandai dengan noktah atau bintik-bintik merah pada pembuluh darah halus, warna mereka dapat berkisar dari merah muda sampai merah gelap. Bintik-bintik tersebut dapat muncul dimanapun pada tubuh, tetapi paling banyak di wajah, kepala atau leher.

Sebenarnya bintik-bintik tersebut mungkin sudah hadir pada saat lahir, tetapi menjadi lebih jelas dalam minggu-minggu pertama kehidupan. Jangan panik, kebanyakan hemangioma akan menyusut dan menghilang sebelum usia tiga tahun tanpa perlu pengobatan. Semua hemangioma mengikuti siklus yang sama yaitu terbentuk sebelum atau sesudah lahir, tumbuh dan regresi atau menghilang sama sekali. Beberapa anak juga dilahirkan dengan spot biru di atas pantat. Spot ini juga akan memudar dari waktu ke waktu.

4. Bayi Terlahir Memiliki Gigi

Beberapa bayi baru dilahirkan langsung memiliki satu atau lebih gigi. Napoleon bonaparte konon terlahir memiliki beberapa gigi yang disebut gigi natal (natal teeth). Gigi natal berbeda dengan gigi neonatal yang tumbuh dalam 30 hari pertama setelah lahir. Gigi natal juga bukan titik-titik putih kecil yang banyak disangka orangtua sebagai gigi, tetapi sebenarnya adalah kista gingiva (kantung cairan di gusi) yang akan hilang secara spontan.

Gigi natal umumnya berkembang pada gusi yang lebih rendah dan tidak terbentuk dengan baik. Gigi ini mungkin tidak nyaman untuk ibu menyusui dan dapat melukai lidah bayi. Pada beberapa kasus, gigi natal akan tanggal sendiri segera setelah bayi lahir. Terutama jika gigi tersebut longgar. Pada umumnya gigi natal bukanlah masalah medis. Sebenarnya sejak sebelum lahir, gigi-gigi bayi sudah terbentuk dan hadir dalam gusi.

5. Bayi Memiliki Benjolan di Kepala

Benjolan biasanya adalah kantong darah yang terbentuk di bawah kulit kepala (caput succedaneum). Seringkali penyebabnya adalah tekanan forcep atau ekstraksi vakum, yang digunakan dokter ketika bayi tidak bisa keluar sendiri.

Benjolan juga dapat disebabkan oleh gesekan kepala bayi dengan tulang panggul ibu selama proses kelahirannya. Pada kasus yang lebih jarang benjolan terbentuk sebagai hasil dari darah yang berkumpul di antara periosteum (selubung tulang) dan tulang tengkorak.

Kondisi ini di sebabkan oleh pecahnya pembuluh-pembuluh darah kecil selama kelahiran. Dalam kedua kasus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh sang ibu sebab benjolan akan mengecil dalam beberapa hari kemudian menghilang sepenuhnya dalam beberapa minggu.

 

  • 47 Dibaca