Kemenag Majene: Selama Bukan Warga Majene Tetap Ditolak


Seputarsulawesi.com, Majene,- Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene, Andi Amrullah Aqil menegaskan, jika ada masyarakat yang ingin mendaftar Haji tetapi bukan warga Majene atau tidak sedang berdomisili di Majene. Pihak Kemenag tetap akan menolak.

"Selama bukan warga Majene tetap ditolak," kata Amrullah kepada Seputarsulawesi.com melalui via sambungan telepon, Minggu, 29 September 2017.

Amrullah mengungkapkan, pihak Kemenag Majene hanya ingin menjaga Kuota Haji. Amrullah mengaku, selama ini banyak masyarakat yang hanya ingin mengambil Kuota Haji dari Kabupaten Majene.

"Setelah mengambil Kuota Haji di Majsne mereka langsung kembali di daerahnya," ujar Amrullah.

Baca juga : Warga Sesalkan Pelayanan di Kemenag Kabupaten Majene

"Kalau mau mendaftar haji harus mendaftar di daerahnya sendiri," tegas Amrullah.

Amrullah mengaku, di Kabupatem Majene memiliki daftar tunggu sampai 13 tahun. Sehingga, Kemenag Majene tidak ingin memperpanjang daftar tunggu tersebut karena diambil warga lain.

"13 tahun daftar tunggu, kita tidak menginginkan daftar tunggu itu semakin lama karena orang-orang lain yang masuk di Majene," papar Amrullah.

  • 414 Dibaca