Ketua Gerbang Tani Sulbar Kritik Program Pendampingan Desa


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Program pendampingan desa yang ditelorkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam beberapa hal memiliki kelemahan. Misalnya rekruitmen tenaga pendamping desa. Sebagian tenaga pendamping desa justeru direkrut dari sarjana-sarjana yang minim pengalaman tentang desa, bahkan selama ini justeru berkiprah di kota. 
 
Pandangan itu dikemukakan Aswan Achsa, Ketua Gerbang Tani Provinsi Sulawesi Barat, Rabu malam (11/11) kepada seputarsulawesi.com, ia menyampaikan keheranannya sebab dalam program ini justeru sarjana-sarjana asal kota yang direkrut. 
 
"Konsepnya bagus, tetapi kita sulit mengukur hasilnya sebab pendamping desa banyak berasal dari kota", katanya. Mantan aktivis Bina Desa ini menambahkan kualifikasi rekruitmen pendamping desa harusnya mempertimbangkan latar belakang sosial-kultural. 
 
Selain itu, ia juga menyampaikan kelemahan lainnya program yang ditelorkan Marwan Ja'far, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Kelemahan itu menurutnya seperti pendampingan desa untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberian bantuan dana dan infrastruktur desa. "Ini menunjukkan program ini memahami kelemahan desa selama ini adalah soal dana. Padahal, tidak mutlak persoalannya adalah dana", katanya.
 
Ia menambahkan, negeri ini pernah punya program PNPM dan menurutnya tak jauh berbeda dengan program pendamping desa yang saat ini sedang berjalan. PNPM punya  beberapa pengalaman buruk dan tidak efektif kerena kehadiran program itu di beberapa tempat dananya ditilep. 
 
"Saya khawatir, program pendampingan desa ini justeru mendatangkan bencana di desa, atau justeru merusak tata sosio kultural yang selama ini tumbuh di desa", pungkasnya. Aswan menyarankan agar program pendampingan desa ini benar-benar dikelola secara baik sesuai dengan potensi kultural masyarakat desa. 
 
(Mirak)

  • 898 Dibaca