Kitab Nashahihul Ibad Kembali Diwiridkan di LAPAR Sulsel


Seputarsulawesi.com, Makassar- Kitab Nashahihul Ibad yang dikarang oleh Syekh Nawawi al-Bantani adalah kitab syarah (penjelasan) atas kitab yang ditulis oleh al-Allamah Ibn Hajar al-Asqalani. Kitab ini, oleh Allahuyarham AGH. Muh. Haritsah As dijadikan wirid setiap subuh Ramadhan saat masih mendampingi santri PP. Al-Nahdhah Makassar.

Meneladani Anregurutta Haritsah, Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel bersama Jaringan GUSDURian Makassar  kembali menggelar pengajian kitab Nashahihul 'Ibad jelang buka puasa atau sehabis tarwih  yang tahun ini sudah memasuki tahun ketiga.

Pada pengajian pertama, Mubarak Idrus selaku Qori (pembaca) menguraikan bahwa kitab ini memuat nasehat-nasehat yang dapat digunakan untuk mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat. Jumlah seluruh nasehat ada dua ratus empat belas (214) maqolah yang terdiri dari dua nasehat, tiga nasehat hingga sepuluh nasehat. Keseluruhan  maqolah itu empat puluh lima statusnya Khabar (sabda Nabi Saw), yang lainnya Atsar (perkataan para Sahabat atau Tabi'in)

Sebelum masuk pada materi, muallif mengutip dua hadis penting yang dijadikan latar belakang mengapa nasehat-nasehat dalam kitab Nashahihul 'Ibad penting menjadi pegangan setiap muslim. Salah satu dibacakan oleh Qori adalah hadis yang sangat populer yang diriwayatkan Abdulah bin 'Amr bin Ash ra yang berbunyi Arrohimuna Yarhamuhumur Rohmanu Irhamu Man Fil Ardhi Yarhamukum Man Fis Sama'. "Orang-orang yang penyayang itu akan dikasihi oleh Tuhan Yang Maha Penyayang, (karena itu) kasihilah makhluk yang ada dibumi, niscaya kalian akan disayangi oleh yang ada di langit.

Hadits di atas mengandung makna siapa yang menyayangi makhluk Allah di bumi akan disayangi makhluk Allah di langit. Menyayangi di sini tidak terbatas pada makhluk berakal tapi juga pada makhluk yang tidak berakal. Dengan cara demikian, rahmat dan kasih sayang Allah juga akan diperoleh hamba yang memberi kasih sayang pada hamba-Nya yang lain.

Nasehat yang Memuat Dua Hal

Dalam bagian pertama ini terkandung tiga puluh petunjuk atau nasehat, empat statusnya khabar, lainnya atsar. Antara lain hadis yang berbunyi khoslatani la syai'a afdholu minhuma al-Imanu billahi wan naf'u lilmuslimin. Dua perkara yang tidak ada yang lebih utama melebihi keduanya yaitu beriman kepada Allah dan memberi manfaat kepada orang lain.

Syekh Nawawi menjelaskan yang dimaksud memberi manfaat kepada orang lain bisa berupa perkataan, pengaruh atau jabatan, harta kekayaan dan tenaga. Dan sebaliknya, Muallif melanjutkan hadis lain yang berbunyi khoslatani la syai'a akhbatsu minhuma asysyirku billahi wad dhurru bil muslimin dua hal yang tidak ada yang melebihi kejahatannya kedua hal itu yakni musyrik kepada Allah dan menyengsarakan orang lain.

Selain pengajian kitab Nashahihul Ibad,  selam Ramadan LAPAR dan GUSDURian Makassar juga pengajian kita Faslul Maqal karya Ibnu Rusdy. Pengajian ini dipandu oleh Awal Muqsid,  Dosen

UINAM Fakultas Ushuluddin Makassar. Sementetara diskusi tentang Islam Nusantara menghadirkan dewan pembina  Jaringan GUSDURian Makassar, yaitu Samsurijal Adhan dan Saprillah Syahril.  (SAP)   

  • 228 Dibaca