KPM-PM Wonomulyo Tolak Swalayan Beroperasi 24 Jam


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Pengurus Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) Wonomulyo kembali layangkan teguran kepada pihak menajemen swalayan moderen karena telah beroperasi selama 24 jam di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Operasi 24 jam itu dinilai merugikan pedagang, khususnya pedagang kaki lima (PK5) dan kios-kios yang beroperasi di sepenjang jalan poros Wonomulyo dan sekitarnya.

Terkait hal tersebut, lewat pertemuan yang dimediasi oleh Camat Wonomulyo H. Umbar pada Jumat malam (9/6) menghasilkan kesepakatan bahwa pihak swalayan moderen meminta tenggang waktu selama satu minggu untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa tersebut ke pihak menajemen.

"Pertemuan itu digelar di Kantor Kecamatan tadi usai salat tarwih kak," ungkap Muhammad Aco Agus Salim, Mantan Ketua KPM-PM Cabang Wonomulyo.

Aco mengatakan, tututan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Polewali Mandar pada Mei 2015 lalu. Meski saat itu, pihak DPRD Polman yang diwakili oleh Ketua Komisi II, dalam hal ini Abu Bakar Kadir menyangkan operasi minimarket tersebut, namun sampai hari ini, tidak lanjut dari tuntutan yang disampaikan dalam RDP itu belum terealisasi.

"Bahkan saat itu, kami juga dijanji oleh Pemkab akan dipanggil saat pembahasan Perda mengenai hal ini, namun sampai sekarang janji itu juga tidak pernah terbukti," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Dana Reski, Ketua KPM-PM Cabang Wonomulyo, mengaku pihaknya sudah sangat sabar menghadapi masalah tersebut. Jika pun nantinya masalah itu tidak menemukan titik terang, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

"Upaya ini kita masih usahakan dengan cara musyawarah, namun jika keinginan kami dianggap merugikan pihak swalayan moderen ini dengan mengurangi jam kerja sampai jam 10 malam, maka kami akan menempuh jalan lain," tegasnya.

H. Umbar selaku camat Wonomulyo dalam kesempat tersebut mengatakan, persoalan yang menjadi tuntutan mahasiswa itu merupakan tanggungjawab bersama, dan hal itu dinilainya penting untuk disikapi, apalagi tututan tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh mahasiswa KPM-PM Wonomulyo. Olehnya itu, sebagai pemerintah kecamatan, pihaknya mengapresiasi tuntutan tersebut.

"Saya anggap ini penting karena bukan kali pertama adek-adek mahasiswa KPM-PM Cabang Wonomulyo meyikapi masalah ini. Sebagai mitra pemerintah kecamatan, saya mengapresiasi tuntutan ini, dan kita menunggu koordinasi dari pihak manajemen swalayan moderen ini," terangnya. (SAP)

  • 263 Dibaca