Kunjungan TP PKK Majene ke Malang Jadi Sorotan


Seputarsulawesi.com, Majene - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene, Basri Ibrahim menilai, kunjungan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Majene ke Kota Malang Jawa Timur membingungkan. 

Hal tersebut diungkapkan Basri Ibrahim saat menanggapi soal kunjungan TP PKK Kabupaten Majene ke Kota Malang untuk belajar pengelolaan sampah, sementara diketahui Kabupaten Majene sedang mengalami defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). 

"Sebetulnya, kita juga agak bingung untuk menutupi defisit yang terjadi di Kabupaten Majene," kata Basri kepada Seputarsulawesi.com via sambungan telepon, Selasa, 7 November 2017.

Basri menilai, Pemerintah Kabupaten Majene tidak konsisten dalam mengurangi defisit anggaran di Kota Pendidikan tersebut. Apalagi anggaran yang dikeluarkan untuk kunjungan tersebut berasal dari APBD tahun 2017.

"Padahal kita berharap tidak ada kegiatan di luar kota sebelum tahun 2018 kecuali ada kegiatan penting dan mendadak," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Mandar Majene (IPPMIMM), Isman mengatakan, kunjungan TP PKK Majene itu, hanya menghabiskan anggaran daerah.

Menurutnya, belajar soal pengelolaan sampah tidak seharusnya sampai ke Kota Malang. Sebab, TP PKK juga bisa belajar di Kabupaten Majene. 

"Buat apa kita jauh-jauh belajar sampai ke Kota Malang, kenapa tidak sekali belajar di daerah kita saja," ujar Isman saat dihubungi Seputarsulawesi.com via WhatsApp. 

  • 684 Dibaca