Gambar : Kembang Pete

Kurang Gerak Bisa Menyebabkan Kematian di Usia Muda


Seputarsulawesi.com, Makassar,-  Perkembangan zaman dan teknologi saat ini membuat orang malas bergerak. Malas bergerak dalam hal ini yaitu berkurangnya aktivitas fisik yang dilakukan setiap harinya.

Kebiasaan tersebut tanpa disadari berbahaya dan mengancam kesehatan. Saat ini orang semakin jarang bergerak, lebih keseringan duduk atau bahkan berbaring.

Sebagai contoh, seseorang yang bekerja di kantoran berangkat dari rumah menggunakan kendaraan dengan supir pribadi, setiba di kantor berjalan menuju lift untuk menuju ruang kerja, setibanya langsung duduk dihadapkan dengan berbagai berkas atau dokumen.

Pulang kantor pun melakukan hal yang sama, turun menggunakan lift kemudian dijemput dengan supir pribadi, sampai di rumah langsung istirahat.

Dalam kasus ini dapat kita lihat bahwa aktivitas yang dilakukan lebih banyak duduk. Suatu survey menunjukkan bahwa rata-rata seseorang dapat duduk selama 15 jam/hari.

Dosen keperawatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) Ns. Najihah menjelaskan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan resiko seseorang untuk menderita penyakit.

Salah satunya adalah hipertensi akibat penumpukan lemak yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih parah seperti stroke dan penyakit Jantung.

"Penyakit ini jika dibiarkan begitu saja akan menyebabkan kematian di usia yang lebih muda," ujarnya saat ditemui di ruang dosen FKM UMI, Jumat, 10 November 2017.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki gaya hidup “kurang gerak” adalah dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga minimal 30 menit/hari.

Aktivitas fisik dapat dilakukan dengan olahraga intensitas sedang seperti jalan cepat, bersepeda dan ataupun intensitas tinggi misalnya lari atau joging.

Dosen mata kuliah keperawatan medikal bedah ini menjelaskan, aktivitas fisik dapat membantu dalam membakar kalori dan lemak tubuh sehingga terhindar dari obesitas, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi yang merupakan beberapa faktor risiko seseorang dapat menderita penyakit.

"Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Oleh karena itu, melakukan aktivitas fisik di sela-sela rutinitas sehari-hari akan membantu menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan risiko penyakit bahkan kematian," tutupnya.

  • 41 Dibaca