Mahasiswa Gorontalo Diajak Waspadai Terorisme 


Seputarsulawesi.com, Gorontalo, Gorontalo- Direktur Intelkam Polda Gorontalo, Komisaris Besar Djamal Ahmad Yani ajak mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo mewaspadai pergerakan terorisme. Menurutnya,  kewaspadaan terhadap terorisme harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali mahasiswa.

"Mereka (pelaku terorisme internasional) bukanlah negara, tapi mereka memiliki kemampuan. Mereka menjadikan negara tertentu untuk jadi sasaran aksinya, dan Indonesia adalah salah satu target," kata Djamal di kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme, Rabu 27 September 2017.

Lebih lanjut, Djamal mengatakan, jika ditelusuri, jaringan pelaku terorisme di Indonesia nyaris semuanya punya hubungan dengan kelompok yang sama di luar Indonesia. 

"Di sini kita harus waspada,  karena persatuan dan kesatuan kita dirongrong oleh aksi-aksi (terorisme) itu," tambahnya.

Djamal yang hadir mewakili intitusinya menyampaikan apresiasinya kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Gorontalo. 

Ia berharap kegiatan tersebut mampu mepersempit  ruang gerak dan penyebarluasan paham radikal terorisme, sekaligus mencegah terjadinya aksi-aksi terorisme. 

"Untuk menangkal paham radikal terorisme kami sarankan mahasiswa konsisten pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sikap ini sekaligus akan menjadi konter terhadap paham radikalisme," tutup Djamal. 

Sementara itu, di tempat yang sama, mantan Komandan Mantiqi III Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas mengaku mendukung perlunya kewaspadaan masyarakat terhadap terorisme. Salah satu bentuknya adalah meningkatkan sikap kritis  terhadap ajakan bergabung dengan kelompok terorisme. 

"Saya bergabung ke kelompok Jamaah Islamiyah dan dikirim ke Afghanistan karena senang adventure. Itu modus mereka (jaringan pelaku), menawarkan ke luar negeri, bahkan ada tawaran umrah, tapi dibelokkan ke Iraq dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS," ungkap Nasir di aula IAIN Sultan Amai, Gorontalo.

Kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Gorontalo terlaksana atas kerjasama BNPT dan FKPT Gorontalo. Kegiatan yang sama sudah dan akan dilaksanakan di 32 provinsi se-Indonesia sepanjang tahun 2017. 
 

  • 107 Dibaca