Puluhan Mahasiswa unjuk rasa di depan Rektor IAI DDI Polman

Mahasiswa Minta Warek II Dicopot, Ini Kata Rektor IAI DDI Polman


Seputarsulawesi.com, Polman,- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam pengurus Senat Mahasiswa-Dewan Eksekutif Mahasiswa (SEMA-DEMA)  dan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Rektorat Institut Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad (IAI DDI) Polman, Kamis, 12 April 2018.

Aksi puluhan mahasiswa IAI DDI Polman ini dipicu penyaluran dana kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tidak cair.

Ketua dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Masnama mengatakan, tiga hari yang lalu proposal sudah di jalankan untuk pembentukan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) namun saat ini dana belum dicairkan.

"Proposal sudah dimasukkan. Namun, dari pimpinan kampus mengatakan dananya itu sudah habis. Olehnya itu saya selaku Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) mempertanyakan kemana sebenarnya uang pembayaran mahasiwa yang setiap semester dibayar oleh  mahasiswa,” ungkapnya

Ia juga menuntut kepada Rektor DDI, selaku pimpinan kampus agar mencopot Wakil Rektor II bidang keuangan, Muchtar Mashudil dari jabatannya karena dianggap tidak bekerja dengan baik.

Hal senada, dilontarkan koordinator lapangan Adhe Wijaya yang meminta Wakil Rektor II untuk segera mencari jalan keluarnya. "Jika tidak segera di tindaklanjuti maka kami akan suarakan Wakil Rektor II DDI diturunkan," tegasnya.

Aksi yang berjalan lancar selama 20 menit, berubah manjadi ricuh karena terjadi kesalapahaman antar mahasiswa yang melakukan aksi dengan mahasiswa lainnya. Kericuhan berhasil diredam oleh pihak kepolisian setelah melerai dua kubu yang ricuh dan menahan pelaku yang diduga memansing keributan.

Semantara, Rektor Institut Agama Islam Darul Da’wah Walirsyad (IAI DDI) Salam Harianto ketika dihubungi via telepon menyayangkan langkah yang diambil oleh Wakil Rektor II IAI DDI Polman yang mengambil keputusan sepihak tanpa konsultasi ke dirinya.

“Saya menyayangkan sikap Wakil Rektor II yang langsung mengambil keputusan dengan mengatakan kepada mahasiswa bahwa uang yang ada di kampus sudah habis padahalkan sebenarnya pihak kampus sudah menyiapkan anggaran untuk kegiatan mahasiswa,“ ungkapnya

Lebih lanjut ia mengatakan akan segera melakukan rapat pimpinan guna membahas hal tersebut dan juga segera mempertemukan mahasiswa dengan pihak kampus guna melakukan mediasi.

"Kita tidak bisa langsung mencopot, harus dilihat dulu salahnya apa dan diproses sesuai aturan," jelasnya.

  • 775 Dibaca