Mahasiswa Pancasakti Gelar KKP di Takalar


Seputarsulawesi.com, Takalar- Ratusan Mahasiswa Universitas Pancasakti Makassar melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Senin, 5 Maret 2018.

Ratusan Mahasiswa KKP ini didampingi langsung oleh Dekan Fisipol Universitas Pancasakti Makassar, Dr. Andi Rosdianti Razak M.Si, Wakil ketua Yayasan Pancasakti, Dr. Rusdin, serta beberapa civitas akademika kampus.    

Dalam sambutannya, Camat Mappakasunggu, Makkusila, SE.MM., mengaku menyambut baik kehadiran ratusan mahasiswa KKP tersebut, dan berharap tahun depan Universitas Pancasakti kembali mengagendakan kegiatan yang sama dengan lokasi yang berbeda.

"Atas nama pemerintah Kecamatan Mappakasunggu, kami meyambut baik kehadiran mahasiswa KKP di Lokasi ini. Kecamatan Mappakasunggu ini punya satu kelurahan dan delapan desa, empat desa itu, diantaranya berada di wilayah kepulauan. Saya berharap tahun depan KKP bisa diprioritaskan di wilayah tersebut," katanya di Aula Kantor Kecamatan Mappakasunggu. 

Baca juga: Fisip Universitas Pancasakti Makassar Kelola Dua Prodi

Menanggapi hal tersebut, Dr. Rusdin yang hadir mewakili pihak Rektorat berjanji akan mendatangi wilayah kepulauan tersebut.  "Insya Allah, dua atau tiga tahun kedepan kita berusaha mendatangi wilayah kepulauan tersebut," ucapanya dihadapan para kepala desa, dan staf Kecamatan Mappakasunggu. 

Dosen Sospol Universitas Pancasakti ini berharap, pihak kecamatan, desa dan dusun bersedia membimbing ratusan mahasiswa yang sedang melakukan KKP di lokasi itu.  

"KKP Kali ini, diikuti dua fakultas, yaitu FKIP dan Sospol. Kedua faklutas ini siap mendapat bimbingan, baik dari pihak kecamatan, desa maupun dusun di Kecamatan Mappakasunggu ini," katanya. 

Selain menyampaikan ucapan terima kasih, Dr. Rusdin juga menyampaikan permohonan maaf jika sekiranya dalam pelaksanaan KKP tersebut terdapat hal-hal yang kurang berkenang. 

"Dari awal, kami ingin menyampaikan permohonan maaf jika sekiranya ada hal yang kurang berkenang selama pelaksanaan kegiatan KKP ini, karena yang namanya manusia biasa tak luput dari salah. Apalagi ada 100 orang mahasiswa, berarti ada 100 kepala yang berbeda-beda cara berpikirnya," jelasnya.

Kegiatan yang rencananya akan berlangsung selama 30 hari ini dilaksanakan di beberapa desa, diantaranya Soreang, Pattani dan Pa'battangan.  

  • 547 Dibaca