Mahasiswa Sebut Kapolres Bulukumba Bawa Dampak Negatif Bagi Masyarakat


Seputarsulawesi.com, Makassar- Aktivis Solidaritas Mahasiswa Bulukumba, Isnedi Roslan menyebut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kabupaten Bulukumba, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Anggi Naulifar Siregar membawa dampak negatif bagi masyarakat Kabupaten Bulukumba. 

Pasalnya, di Butta Panita Lopi tersebut telah terjadi dua kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepolisi Resor (Polres) Kabupaten Bulukumba. 

Kasus pertama, terjadi pada Sabtu, 19 Agustus 2017 lalu, kejadian itu dialami oleh anak di bawah umur berinisial NAS (14) , SD 16 (16) dan AA (16) dan kasus yang kedua, kembali terjadi pada Sabtu, 4 November 2017 yang dialami oleh warga Bulukumba berinisial ZA (19) hingga akhirnya meninggal dunia. 

"Dalam rentetan waktu yang berdekatan terjadi kejadian yang sama, dan dilakukan oleh instansi Kepolisian. Kami menilai, Kapolres Bulukumba telah membawa dampak negatif bagi masyarakat Bulukumba," tegas Isnedi Roslan.

Isnedi Roslan menegaskan, Kapolres Bulukumba harus segera dievaluasi dan meminta Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Muktiono segera mencopot Kapolres Bulukumba. 

"Kapolres Bulukumba harus dievaluasi dan tidak lagi menjabat sebagai Kapolres di Kabupaten Bulukumba," tegas Isnedi Ruslan.

Diketahui sebelumnya, puluhan warga Kabupaten Bulukumba yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Bulukumba mendatangi Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan yang beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar, Selasa (7/11/2017). 

Puluhan warga tersebut yang kebanyakan dari mahasiswa dan pemuda asal Kabupaten Bulukumba datang untuk menemui Kepala Kepolisia Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Muktiono untuk menyampaikan aspirasi tentang kasus penganiayaan yang dialami oleh salah seorang warga Bulukumba berinisial ZA (19) hingga akhirnya meninggal dunia yang diduga telah dilakukan oleh oknum Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bulukumba.

  • 762 Dibaca