Foto: Brigjen. Pol. Ir. Hamli, ME (Direktur Pencegahan BNPT RI) saat menyampaikan sambutan di acara Pelibatan Takmir Masjid Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Makassar, Kamis 6 September 2018.

Masjid Kampus Berpotensi Digunakan untuk Memupuk Intoleransi dan Radikalisme


Seputarsulawesi.com, Makassar- Beberapa hasil riset telah mengindikasikan penetrasi kelompok radikal terorisme di rumah ibadah. Pada tahun 2010, Center for the Study of Religion and Culture (CRSC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah merilis hasil risetnya bahwa dalam jerat yang beragam, kelompok radikal di Solo menggunakan masjid untuk propaganda ideologinya.

Demikian pula, hasil riset Setara Institute pada tahun 2017 menyebutkan bahwa masjid, baik di perumahan dan perguruan tinggi di Depok menjadi sarang radikalisme. Sikap masyarakat terhadap hasil penelitian tersebut pun menuai kontroversi, ada yang menerima dan tidak sedikit pula yang menolak.

"Terlepas dari segala kontroversi, patut direnungkan gejala intoleransi sebagai bibit radikalisme dan terorisme terdeteksi menyebar di tengah masyarakat. Mereka membajak fungsi rumah ibadah, bergerak menyasar kaum terpelajar. Bukan mustahil, temuan penelitian di Solo dan Depok, dapat terjadi di daerah lain," papar Staf  Deputi-1 BNPT, Teuku Fauzansyah lewat keterangan tertulisnya ke Seputarsulawesi.com, Kamis, 06 September 2018.

Lebih lanjut, Teuku Fauzansyah mengatakan, fenomena ini hendaknya menyadarkan seluruh pemangku kepentingan khususnya di perguruan tinggi, bahwa masjid kampus dapat disalahgunakan oleh kelompok radikal-terorisme untuk memupuk intoleransi dan radikalisme yang sarat dengan ajaran dan ajakan kekerasan, bahkan dikuasainya dalam rangka mendukung aksi terorisme.

Teuku Fauzansyah menambahkan, lemahnya pengawasan instansi terkait dan permisifnya civitas academica akan memberikan ruang gerak yang leluasa bagi kelompok radikal terorisme menduduki posisi-posisi dan tempat-tempat strategis di kampus.

"Olehnya itu, dibutuhkan perhatian seluruh pemangku kepentingan di lembaga pendidikan tinggi, bahwa terorisme senantiasa bermutasi dengan cepat, semakin hari semakin bervariasi, baik dalam bentuk, metode, pelaku, dan sasaran," terangnya.

Teuku Fauzansyah menyarankan, celah yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok radikal terorisme untuk menyebarkan ideologinya dan menjalankan aksi jahatnya harus ditutup oleh civitas academica dengan menjadikan bibit radikal terorisme dalam berbagai bentuknya sebagai musuh bersama, didorong untuk memiliki kemampuan deteksi dini, bahkan secara aktif turut serta mengambil bagian dalam upaya pencegahan.

"Perlu ditingkatkan kewaspadaan dengan mengorganisir seluruh kekuatan civitas academica supaya lebih efektif dan efisien dalam menangkal ideologi radikal dan mempersempit ruang geraknya di tempat ibadah, khususnya di kampus agar steril dari pengaruh radikal terorisme," katanya lagi.

Atas dasar itulah, sehingga Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Pelibatan Takmir Masjid Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Makassar dan sekitarnya, Kamis 6 September 2018.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Puslitbang LH. Universitas Hasanuddin Makassar ini sebagai upaya menggalang kebersamaan seluruh pemangku kepentingan menghadang laju pergerakan ideologi radikal dan penetrasi kelompok terorisme di masjid, menjadikan masjid episentrum damai di tengah masyarakat, dan perekat bangsa yang majemuk, disamping fitrahnya sebagai tempat ibadah, rumah Allah SWT.

Baca juga: Hadirkan Mantan Napiter, BNPT Gelar Percegahan Terorisme di Unhas

Tak hanya itu, kegiatan yang bertamakan “Jaga Masjid Kita Sebagai Pusat Syiar Damai” dan dihadiri pengurus takmir Masjid Kampus dan Birokrat Kampus di enam Perguruan tinggi  (Unhas, UNM, UIN, UIM, UMI, Unismuh) menghadirkan Brigjen Pol. Ir. Hamli, M.E., (Direktur Pencegahan BNPT), Yudi Zulfahri, (Mantan Anggota Jaringan Terorisme), Suaib Amin Prawono, (Peneliti Radikalisme Indonesia Timur), dan Dr. K.H.M. Ruslan Wahab, M.A., (Pengurus MUI Sulsel) sebagai pembicara.

  • 107 Dibaca