May Day dan Peran Serikat Buruh


Minimnya lapangan kerja kerap menjadi keluhan, dan bahkan tak jarang menjadi cemoohan, namun saat lapangan kerja terbuka lebar, fenomena baru pun mulai muncul, dan itu tak jauh dari persoalan hak-hak pekerja, salah satunya adalah persoalan upah yang setiap tahunnya tak pernah absen disuarakan saat peringatan hari buruh.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) akhir tahun 2017 menyebutkan bahwa angkatan kerja di negara ini sebanyak 131,55 juta orang dan yang aktif sebagai buruh, karyawan, dan pegawai sebanyak 38,08 persen. Ini menandakan bahwa jumlah buruh, karyawan dan pegawai cukup besar.

Meski demikian, hal itu tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan hidup mereka. Fenomena ini diduga salah satunya karena kebijakan tidak berpihak kepada kepentingan mereka. Sehingga kalangan buruh pun sulit untuk hidup sejahtera.

May Day

Pada awalnya, May Day adalah hari libur kaum pagan yang dirayakan setiap awal musim panas. Dalam tradisi Gaelik, hari tersebut dikenal sebagai Beltaine (atau kaum anglikan menyebutnya Beltane).

Namun di satu sisi, May Day juga berbagi tanggal dengan hari buruh sedunia sejak tahun 1880-an. Tanggal 1 Mei juga dirayakan sebagai hari libur kaum pekerja di beberapa wilayah di dunia.

Di saat itu gerakan buruh di seluruh dunia mulai memperjuangkan hak mereka dan akomodasi pekerjaan yang adil seperti delapan jam kerja dan adanya serikat pekerja. Tanggal ini dipilih sebagai hari buruh sedunia agar selaras dengan Haymarket di Chicago.

Saat insiden Haymarket di Chicaho, polisi menewaskan empat orang dalam sebuah protes damai setelah seseorang meletakkan bom di kerumunan orang. Insiden ini menyebabkan dampak yang besar dalam gerakan buruh di seluruh dunia.

Mengutip Time, Konferensi Sosialis Internasional menyatakan bahwa untuk peringatan insiden Haymarket, setiap tanggal 1 Mei dijadikan hari libur internasional untuk pekerja. Hari libur ini kemudian di kenal di berbagai tempat sebagai International Workers Day atau Hari Buruh.

Selain menjadi hari libur internasional, may day juga digunakan untuk menyalurkan pendapat kaum pekerja lewat unjuk rasa atau protes. Maka di Indonesia sendiri pun, setiap tanggal 1 Mei, beberapa kawasan di ibu kota juga dipenuhi oleh massa pekerja yang ingin menyampaikan permintaan mereka kepada para pejabat.

Wadah Serikat Buruh

Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

Demikian bunyi Pasal 1 Ayat (1) UU No. 21 Tahun 2000 tentang serikat buruh. Serikat buruh tentu menjadi hal yang sangat penting, sebab lewat wadah itulah kalangan buruh bisa memperjuangkan hak-haknya.

Olehnya itu, keberadaan serikat buruh di suatu perusahaan, tentunya bukan hanya sekadar wadah untuk menampung segala aspirasi dan permasalahan yang dihadapi oleh buruh, tapi juga harus mampu mampu menjadi sumber pencerahan dan pencerdasan, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan hak-hak buruh agar mereka tidak rentan untuk dieksploitasi.

Urgensi Serikat Buruh punya peran penting untuk menjadi jembatan antara buruh dan pemilik perusahaan. Serikat Buruh berperan membangun jalinan yang menguntungkan antara pihak perusahaan dan buruh. Olehnya itu, melalui peringatan Hari Buruh Internasional ini bisa menjadi momentum untuk dan agin segar untuk kesejahteraan hidup kalangan buruh di bangsa ini.

Penulis: Muhammad Agung
(Kordinator Jaringan Gusdurian Maros)

  • 308 Dibaca