Memberatkan, Tahun Depan FDS di SMAN 1 Polewali Ditiadakan


Seputarsulawesi.com, Polewali Mandar- Program Full Day School (FDS) rupanya tidak membawa pengaruh positif bagi sekolah yang melaksanakannya. Terbukti, sejak diberlakukannya FDS di beberapa sekolah, seperti SMKN 1, SMA 1, SMA 2 dan SMA 3 Polewali, justeru pihak sekolah mengaku program tersebut memberatkan guru dan siswa.

Muhammad Faisal, Kepala SMA Negeri 1 Polewali saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 7 Desember 2017 mengatakan, program FDS yang telah dilaksanakan di sekolahnya kurang lebih satu tahun dirasa kurang efektif. Pasalnya, secara akademik, selain merugikan siswa, juga guru.

"Setelah dievaluasi sangat tidak efektif kita terapkan," jelasnya ke Seputarsulawesi.com,

Tak hanya itu, program tersebut juga membuat anjolok prestasi olahraga siswa, karena siswa pulang sekolah pada pukul 16.00, sehingga tak ada lagi waktu untuk latihan olahraga.

"Mereka (siswa) tiap hari capek dan ngatuk, jadi mereka malas latihan, dan ini bisa saja menyebabkan prestasi sekolah di bidang olahraga menurun," ungkapnya. 

Tak hanya itu, saat hari Jumat, siswa yang ingin melaksanakan salat jumat lebih dari 1000 orang, sementara musala di sekolah tersebut tidak mampu menampung siswa sebanyak itu. Sehingga kebanyakan siswanya harus keluar mencari masjid, dan sebagian dari mereka tak kembali ke sekolah karena mengaku kelelahan.

Olehnya itu, menurut Faisal, di tahun ajaran mendatang (baca; 2018-2019) pihaknya tak akan memberlakukan lagi program FDS di sekolah. Karena selain menyengsarakan siswa, juga guru sekolah kurangnya istirahat.

Sementara itu, di tempat yang sama, Pengawas Disdikbud Kabupaten Polewali Mandar, Bohari mengatakan, FDS adalah wewenang setiap sekolah, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jam mengajar, termasuk guru khsusus yang telah bersertifikasi.

  • 330 Dibaca