Menghormati, Memelihara dan Melanjutkan Cita-cita Pahlawan


Penulis : Wajidi Sayadi

(Ketua Komisi Fatwa MUI Kalimantan Barat 2007-2017)

Pahlawan adalah mereka yang pantas mendapatkan pahala atas keikhlasan dan keberanian memperjuangkan kebenaran dalam memelihara dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan NKRI. 

Dalam kitab Tafsir al-Qur'an disebutkan riwayat Ibnu Abi Hatim bersumber dari Muqatil bahwa suatu ketika Rasulullah SAW. sedang ceramah pada hari jumat dalam suatu tempat yang sudah penuh sesak, sehingga ada sekelompok orang tidak bisa masuk lalu berdiri di luar ruangan. 
Rasulullah SAW sedang ceramah melihat mereka yang berdiri dan Beliau memerintahkan mereka agar segera masuk dan duduk, orang yang di dalam ruangan diminta segera berdiri dan memberikan tempat duduk bagi mereka yang baru datang. 

Mereka yang diminta berdiri tersinggung dan protes tidak mau memberikan tempat duduknya, berkenaan dengan kasus inilah Allah SWT menurunkan ayat al-Qur'an:

يا ايها الذين ءامنوا اذا قيل لكم تفسحوا في المجالس فافسحوا يفسح الله لكم واذا قيل انشزوا فانشزوا يرفع الله الذين ءامنوا منكم والذين اوتوا 
العلم درجات والله بما تعملون خبير

Artinya; Wahai orang-orang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat meninggikan (derajat) orang-orang yang beriman di atara kalian dan dan orang-orang berilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah, 58: 11).

Pertanyaanya, siapa yang datang terlambat dan berdiri di luar ruangan dan dipersilakan masuk oleh Rasulullah dan diberi fasilitas tempat duduk?
 Jawabannya, mereka adalah para Pahlawan Badr. Rasulullah SAW memberikan contoh dalam menghargai dan menghormat para pahlawan, orang-orang yang punya jasa dan prestasi kepentingan umat dan bangsa dengan diperlakukan dan diberi fasilutad tempat duduk. 

Berdasarkan asbab an-nuzul ayat ini, jelas bahwa Allah mengangkat dan meninggikan derajat bukan hanya orang beriman dan berilmu, tapi juga orang yang berakhlak, yaitu orang yang tahu menghargai para Pahlawan atas jasa-jasa perjuangan mereka, sebagaimana Rasulullah SAW menghargai para pahlawan perang Badr yang memberi fasilitas lebih dari pada yang lainnya. Bangsa yang berakhlak dan bermartabat adalah bangsa yang tahu dan mau menghargai jasa para pahlawannya. 

Hari ini 10 November sebagai hari Pahlawan mengingatkan kita kepada para pahlawan yang memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia khususnya pertempuran di Surabaya 10 Nopember 1945. 

Adalah KH. Hasyim Asy'ari ulama, tokoh bangsa dan pahlawan nasional sekaligus Pendiri Nahdlatul Ulama mempelopori para ulama, santri, masyarakat dan umat dari berbagai lapisan dengan fatwanya Resolusi Jihad melawan penjajah, termasuk menginspurasi pidato Bung Tomo dengan pekikan kalimat takbir Allahu Akbar dalam menghadapi gempuran pasukan sekutu Belanda di Surabaya. 

Para Pahlawan yang jasa-jasa mereka sehingga kita bisa hidup dengan nyaman dan aman bebas dari tekanan, ancaman dan penjajahan, sebagai bagian dari penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan, kita mendoakan kepada Allah semoga semua jerih payah dan perjuangannya diridhai Allah dan menjadi amal jariyah dan balasan yang terbaik dari  Allah serta semua kesalahan dan dosa nereka diampuni.

Demikian juga generasi sekarang dapat mewarisi semangat dan nilai kepahlawanan dan perjuangan mereka, yakni sikap keberanian, kerelaan berkorban, teguh kesabara, menjaga kebersamaan dalan keragaman dan menjauhi fitnah dan adu domba terhadap sesama anak bangsa yabg akan memecah belah persatuan kesatuan sebagai bangsa Indonesia.

"JAS MERAH" (Jangan sekali-sekali melupakan sejarah), "JAS HIJAU" (Jangan sekali-sekali menghilangkan jasa ulama)

  • 58 Dibaca